Perasaan senang hendak bertemu para moms
di
PISA
CAFÉ..mendadak hilang dalam hitungan detik.
dering telepon memecahkan suasana riang dihatiku.
terdengar suara lemah lembut yang terdengar terputus-putus
dan tangisan yang mendalam…
dari seorang perempuan…yang ternyata adalah Mamaku…
Hening, tak terdengar suara apapun juga dalam beberapa detik…
dan aku tau mamaku berusaha sekuat dan setegar mungkin untuk mengatakan..
“Papa dalam kondisi kritis”
Tanpa sadar, aku membanting gagang telpon..
Dan aku merasakan gemuruh dan kilatan petir di dalam kepala dan hatiku.
Perasaan ku berkecamuk tiada henti-hentinya
Memikirkan keadaan papaku disana…
Suamiku mengambil alih gagang telepon
terdengar dia mengatakan beberapa patah kata
Dan sesaat kemudian, dia menutup telpon itu.
Dia mengelus punggungku..dan
Mengajakku untuk mengambil air wudhu..
Sholat dan berdoa untuk kesembuhan papa.
Kemudian, aku dan suamiku berangkat ke BDG.
setelah 2 jam lebih perjalanan..
akhirnya aku melihat wajah dan tubuh papaku
yang terbaring lemah di ruang ICU
ditemani 4-5 macam selang yang menuju ke beberapa bagian tubuhnya..
Aku mendekatinya..mengelus tangannya..
Agar dia merasakan kehadiranku..
Dan aku membisikkan “Allahu Akbar” 3X
Serta memanggil pah..pah..nia disini.
5 jam kemudian..dia terbangun dan berkata dengan lemah
serta merta dengan perasaan haru dan senang
Subhanallah…papa udah sadar..
Langsung dengan sigap, aku didampingi seluruh keluargaku
Menyendoki air putih sedikit demi sedikit ke mulutnya..
Satu hal yang melegakan, diagnosis dokter yang mengatakan negatif
Artinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan
dan dengan tenaga yang tersisa, terbata-bata..
“Papa sayang kalian semua”
“Kalian adalah harta yang paling berharga dalam hidup papa”
“Papa tau kalian berdoa untuk kesembuhan papa…”
“Papa semangat untuk sembuh, karena kalian”
Alhamdulilah, keadaannya kini berangsur-angsur membaik..
aku meminta kesembuhan papaku.
I Love u so much, pah..
Posted by Nia