Loving_Mom’s Blog

Dear all reader, Thanks to visit our blog lovingmoms. Blogs ini memuat berbagai share dan thoughts para moms yang merupakan member dari Millis lovingmoms club. You are welcome to our Lovingmoms millis : http://asia.groups.yahoo.com/group/lovingmom/ Yaitu sebuah milis parenting di yahoogroups. Milis ini lahir pada 29 September 2005 berangkat dari keinginan para moms untuk berbagi rasa dan pengetahuan dalam mengurus bayi. Member dibatasi 150 orang untuk menjaga keakraban dan kesolid’an. Setiap hari milis diramaikan dengan bahasan seputar bayi, toddler dan bahkan diri sendiri sebagai new mom, wife, menantu dan anak. Happy Reading…., Lovmoms Your comment/s : Welcome…

LM Peduli Anak^ Penderita Kanker di umah Kita

Filed under: Uncategorized — lovingmoms at 6:58 am on Wednesday, September 10, 2008  Tagged

PROFILE LOVING MOMS

Salam kenal dari Loving Moms, rumah kedua bagi Ibu penuh cinta.
Loving Moms lahir pada tanggal 29 September 2005 dan saat ini dimiliki dan dicintai bersama oleh 120 membernya. Berawal dari keinginan para ibu muda untuk saling berdiskusi, bertukar informasi, berbagi resep, berbagi rasa alias curhat tentang bayi, balita dan diri sendiri sebagai orangtua baru yang terus belajar agar bisa memberikan yang terbaik bagi anak dan keluarga, terbentuklah komunitas virtual yang sekarang telah menjadi keluarga besar penuh cinta ernama Loving Moms (“LovMoms, LM”).

Dalam perjalanannya, Loving Moms telah menjadi rumah kedua bagi membernya yang saling membantu berbagi informasi dalam mengurus bayi dan balita, menjadi tempat curhat dan berbagi rasa dengan sesama perempuan dan moms, dan menjadi tempat mencari teman alias sahabat. Seiring waktu berjalan, persahabatan dan persaudaraan yang indah telah lahir dari milis ini, membuat membernya bersatu hati dalam SATU VISI: ‘Membagi cinta dan kasih dengan semua orang’. Sesuai dengan NAMANYA: Loving Moms yang berarti Ibu penuh cinta. Dan sesuai dengan TAGLINENYA: ‘Let’s Share Our Love With Everyone’. Loving Moms berkomitmen untuk terus BERBAGI KASIH & CINTA dengan orang-orang yang membutuhkan tanpa memandang perbedaan suku, ras maupun agama.

Member LM sering mengadakan copy darat di berbagai tempat dan mengadakan arisan sekaligus share rutin tentang parenting dan kesehatan anak di rumah member secara bergantian.

Selain itu Loving Moms selalu berusaha berbagi kasih dengan orang yang membutuhkan melalui acara-acara sosial seperti:

1) 29 September 2006 (ultah LM pertama) mengundang anak-anak Panti Asuhan Nurul Iman, Pasar Rumput ke Texas Fried Chicken di Cikini untuk bersama-sama bergembira merayakan ultah pertama milis dengan aneka games, hadiah dan hiburan sulap. LovMoms menyerahkan sumbangan yang dikumpulkan melalui fund raising di milis, yang berhasil mengumpulkan sumbangan berbentuk cash dan non-cash termasuk diantaranya baju koko dan baju gamis bagi seluruh anak Panti untuk merayakan Lebaran, berbagai barang dan sembako bagi operasional panti.

2) 17 Des 2006 Loving Moms mengadakan Kunjungan Kasih ke Panti Jompo Karya Kasih, Kwitang. LovMoms mengajak para oma berbahagia menyambut Natal 2006, berjoget dan bernyanyi bersama dengan sukacita dengan hiburan band. LovMoms juga menyerahkan sumbangan cash dan non cash yang diperoleh dari fund raising. Oma-oma di Panti sangat senang mendapat seragam baru dari LovMoms untuk dipakai ke gereja. Sebuah Quilt buatan tangan Linda mom Jojo di Duri (salah seorang member LM) terpajang indah di dinding Panti Jompo Karya Kasih hingga hari ini.

3) Awal Februari 2007 pada saat Jakarta menghadapi bencana banjir besar, LovMoms mengunjungi korban banjir yang tinggal di Bantaran Kali Pasir, Kwitang untuk menyerahkan sumbangan dari member LM (sembako, pakaian layak pakai, susu).

4) 29 September 2007 (ultah LM kedua) mengunjungi Rumah Autis Dhuafa Yayasan Cahaya Keluarga Kita –YCKK-. LovMoms kembali menyerahkan bantuan cash dan non cash (sembako, THR Lebaran untuk pengurus, education toys untuk anak autis dan goody bags berisi berbagai macam barang). Anak-anak autis sangat bergembira mendapatkan hadiah mereka berupa berbagai educational toys, alat musik, buku, dll. Para pengurus dan orangtuanya sangat terharu menerima alat peraga dan berbagai barang yang selama ini mereka butuhkan untuk menunjang kegiatan terapi bagi anak-anak autis disana.

5) 15 Des 2007 LovingMoms mengadakan Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan Kristen Abigail Pamulang. Anak-anak Panti mendapat kebahagiaan natal bersama LovMoms dengan suguhan sulap dan hiburan Band. Fund raising kali ini benar-benar luar biasa, membuat LovMoms berhasil mewujudkan semua mimpi anak-anak dan pengurus Panti Abigail. Enampuluh anak yatim di Panti Abigail mendapat sepatu baru sebagai hadiah natalnya, 6 set meja makan dan kursi yang menjadi impian selama ini telah tersedia di ruang makannya, semua kamar mandi yang selama ini rusak telah diperbaiki. Sembako juga tersedia dengan cukup. Gorden baru, mainan dan berbagai buku mereka dapatkan dengan sukacita.

Foto-foto acara dapat dilihat di :
http://lovingmoms.blogs.friendster.com/

Tim Modie terdiri dari:
- Gerda mom Christabelle
- Nia bunda Kayla

PROPOSAL LM PEDULI RUMAH KITA
Selasa 26 Agustus 2008 By Yuno dan Gerda

Menyambut ulangtahun ketiga LovingMoms pada 29 September 2008, LM kembali ingin berbagi kasih dan cinta. Kali ini anak-anak penderita kanker yang berasal dari keluarga tidak mampu dan singgah di Rumah Kita menjadi tujuan LM. Berikut ini adalah hasil survey LM ke Rumah Kita.

KONDISI RUMAH KITA
Rumah Kita terletak di belakang Masjid Almarhamah, Percetakan Negara XI no. 32. Kita harus memasuki gang sempit kurang dari 2 meter untuk tiba di Rumah Kita yang terletak di lingkungan rumah petakan yang saling berimpitan. Rumah ini dikontrak oleh Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), digagas oleh Pinta Manullang dan Ibu Ira. Pinta juga berjuang untuk kesembuhan anaknya yang menderita kanker darah atau leukemia, anaknya baru saja menjalani transpalansi sumsum tulang belakang dari adik kandungnya.

Rumah Kita dikontrak untuk jangka waktu 2 tahun (Rp. 9 juta/tahun) yang akan berakhir pada bulan Desember 2008. Pada awalnya, tetangga sekitarnya menolak kehadiran rumah singgah ini karena takut tertular penyakit kanker. Baru setelah didatangkan dokter ahli kanker memberikan penjelasan kepada RT dan tetangga sekitarnya, Rumah Kita bisa berdiri dengan tenang dan bahkan mendapat bantuan dan dukungan dari tetangga-tetangganya.

Rumah Kita berukuran 3 x 16 meter. Seluruh ruangan dibuat terbuka tanpa pintu dan penyekat selain setengah tembok sebagai pemisah tiap ruangan. Ruangan pertama adalah ruang tamu ukuran 3 x 3 meter yang merangkap sebagai ruang TV, baca dan berkumpul para orang-tua dan anak-anak. Ruangan kedua adalah ruang tidur terbuka dengan 2 lemari gantung serta 2 kasur ukuran sedang yang disandarkan ke dinding. Ruang ketiga adalah kamar tidur serupa dengan daya tampung 3 tempat tidur. Biasanya anak dan ibu tidur berdua di kasur tersebut, sementara bapaknya tidur di ruang tamu bersama dengan bapak yang lain. Setelah ruang tidur terdapat ruang makan, lengkap dengan kursi dan meja makan, terdapat 1 buah kulkas 2 pintu. Ruangan terakhir adalah dapur dan kamar mandi yang bersih.

Kesan pertama kami menginjakkan kaki kesana, Rumah Kita sangat bersih dan cukup rapi. Anak-anak yang tinggal disana. Walaupun sedang menderita kanker yang cukup berat, anak-anak ini tetap kelihatan, ceria, segar dan bersemangat. Jauh dari kesan sakit, sedih dan tidak terawat.

Rumah Kita memiliki daya tampung 5 pasien beserta keluarga, namun apabila keadaan mendesak mereka memaksakan menampung hingga 8 pasien dan keluarga. Karena sifat pengobatan penderita kanker yang terus menerus (satu kali kemo/laser/opname dalam 2-3 minggu), maka biasanya penghuni rumah tersebut bergantian mengisi kamar-kamar tersebut. Saat ini tercatat ada 38 penghuni aktif yang melakukan rotasi untuk singgah dan tinggal di Rumah Kita. Tarif yang dikenakan untuk singgah hanya Rp.5.000/hari. Dengan begitu mereka bebas untuk memasak karena sembako pokok (beras, gula, teh, air mineral) disediakan dari rumah kita/yayasan/donatur, keluarga pasien hanya perlu menyediakan dan memasak lauk-pauknya saja. Selain itu, keluarga pasien bebas mandi, menginap dan masak di Rumah Kita selama mereka membutuhkannya.

ANAK-ANAK PENDERITA KANKER DI RUMAH KITA
Saat ini ada 6 pasien yang sedang tinggal di Rumah Kita karena sedang menunggu jadwal Kemoterapi di RSCM.

Akbar, anak laki-laki 6 tahun, menderita kanker mata.
Kedua matanya sudah tidak dapat melihat sama sekali. Akbar berasal dari Ternate, ayahnya seorang Polisi. Mereka sudah hampir 1 tahun menetap di Rumah Kita. Adik Akbar yang masih kecil hanya sempat dirawat oleh ibunya hingga umur 3 bulan, sekarang sudah berumur 1,3 tahun terpaksa ditinggal di Ternate untuk dirawat oleh saudara ibunya. Untuk pengobatan matanya tersebut Akbar telah menjalani penyinaran sebanyak 20 X dan kemoterapi sebanyak 12 X. Walaupun Akbar sudah tidak dapat melihat total, namun keceriaan tidak pernah hilang dari Akbar. Subhanallah, benar-benar anak yang kuat mental. Kami sempat bertanya, “Akbar nanti puasa kan? Mau hadiah apa kalo berhasil puasa?” Akbar menjawab dengan kencang: “Mobil…Pesawat…Busway”

Pada waktu pertama kali tiba di Rumah Kita, Akbar sangat kecil, beratnya cuma 9 kg. Setelah matanya dioperasi dan tumor matanya diangkat, Akbar semakin sehat dan semakin gemuk. Namun rupanya kanker itu menyebar ke matanya sebelah kanan hingga keduanya tidak bisa melihat lagi dan harus terus menjalani kemoterapi dan laser. Kepalanya sekarang botak karena terus menerus menjalani kemo dan laser. Akbar tidak bersekolah.

Rachel, anak perempuan 11 tahun, asal Cikarang, menderita Leukimia.
Fisik anak penderita kanker jelas terlihat pada diri Rachel, rambutnya menipis dan rontok karena efek radiasi dan kemoterapi. Rachel tadinya bersekolah di BPK Penabur Cikarang hingga kelas 4 SD. Namun setiap pulang sekolah, Rachel mengeluh sakit, lemas dan sesak. Setelah dilakukan pemeriksaan darah lengkap, diketahui bahwa Rachel menderita Leukemia dan wajib menjalani kemoterapi. Rambutnya selalu rontok setiap habis kemo hingga botak, tapi kemudian tumbuh lagi sehingga potongan rambutnya cepak. Kami bertanya, “Rachel masih sekolah?” Rachel menjawab, “iya masih” Rupanya ibunya masih bersemangat menyekolahkan Rachel di Sekolah Negeri agar tidak terlalu berat mengikuti pelajaran di BPK Penabur.

Sonia, anak perempuan 11 tahun, asal Pandeglang menderita kanker otot.
Berawal dari rasa sakit di kaki yang tidak pernah hilang, sang ibu terus berjuang untuk mengetahui apa yang diderita anaknya. Pengobatan yang diberikan sekian lama ternyata hanya untuk mengurangi rasa sakit kaki yang biasanya datang menjelang Maghrib hingga pukul 1 atau 3 dini hari. Sakit tak tertahankan itu terus konstant datang setiap hari. Setelah ada tonjolan di pinggul Sonia, barulah dokter menduga sakit yang selama ini diderita adalah kanker otot. Saat ini Sonia masih bisa berjalan, namun dengan kondisi pincang. Obat yang dimasukkan sangat keras melalui kemo, karena Sonia menderita kanker otot yang terbilang sangat berat. Rambutnya sering rontok setiap habis kemo. Sonia acap kali tidak sanggup meminum dan memakan apapun setelah kemo saking mualnya.

Zidan, bayi laki-laki umur 18 hari, asal Batam, penderita tumor.
Bayi mungil dan ganteng ini terlahir dengan benjolan sebesar buah mangga di bawah telinga kirinya. Ibunya baru tahu ada kelainan ini setelah 3 jam melahirkan. Pemeriksaan jaringan otot tersebut baru akan dilakukan pada hari Jumat ini di RSCM. Alhamdulillah sang Ibu mengikuti anjuran dokter untuk terus memberikan ASI bagi Zidan agar daya tahan tubuhnya kuat. Ibunya sangat senang ketika kami mengutarakan rencana membelikan baju lebaran bagi anak-anak Rumah Kita. “Zidan dapat juga dong? Alhamdulillah, katanya”

Yulia, anak perempuan 8 tahun, penderita kanker ovarium.
Wajahnya cantik-ayu membuat kami tersentak ketika mendengar Yulia sudah terserang kanker ovarium di usianya yang masih belia. Penyakit itu sendiri diketahui setelah sang Ibu curiga melihat perutnya yang terus membesar. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawanya adalah dengan mengangkat indung telur dan rahimnya. Kami tak sanggup menahan air mata haru melihat sang Ibu meneteskan air mata dan mengatakan “Tolong jangan sampai Yulia tahu, yang terpenting saat ini bagaimana nyawanya bisa diselamatkan”

Sandy, laki-laki umur 3 tahun, penderita kanker syaraf.
Kami tidak sempat berbincang dengan Sandy dan orang tuanya karena pada saat itu mereka sedang melakukan pengobatan di RSCM menjalani kemoterapi.Sandy menderita kanker syaraf yang juga telah menggerogoti mata kirinya hingga buta.

PENGOBATAN MEDIS
Untuk pengobatan, para orang tua anak-anak di Rumah Kita menggunakan GAKIN (kartu miskin) dan dapat dilayani RSCM meskipun dengan prosedur panjang dan berbelit. Dengan mengandeng anak kecil yang sedang kesakitan karena kanker yang dideritanya, ibu dan anak kerap harus dipimpong kesana kemari.

Tidak semua biaya terutama obat-obatan ditanggung sepenuhnya oleh karena adanya GAKIN. Obat-obatan yang tidak tersedia di RSCM harus mereka tebus dengan dana sendiri dari apotik di luar RSCM. Hal tersebut cukup sering dialami oleh Ibunda Rachel yang harus menebus obat tertentu sebanyak 15 ampul yang harga per ampulnya Rp. 75.000. Begitu pula dengan ibunda Sonia yang harus menebus obat post-pamid sebanyak 22 ampul di luar dengan harga jutaan.
Pengobatan yang panjang ini sangat membutuhkan biaya karena tidak sepenuhnya ditutup oleh Gakin. Selain itu mereka juga harus menyediakan dana untuk hidup, transportasi, dll sementara salah satu dari orangtua (ayah atau ibu) harus tetap mendampingi anak yang sakit terus menerus. Dengan begitu yang mencari nafkah hanya satu orang, anaknya yang lain (saudara dari penderita) harus rela diasuh oleh saudara atau orang lain yang bukan ibunya.

APA MEREKA BUTUHKAN?

Makanan
Anak-anak penderita kanker memiliki banyak pantangan makanan, seperti anti MSG, pengawet, pewarna, mie instant, jenis-jenis kudapan seperti Chiki, Cheetos dan sejenisnya, segala makanan yang dibakar. Untuk susu, tidak semua anak bisa mentolerir susu. Makanan yang biasanya disediakan adalah “back to nature” seperti buah-buahan segar, sayuran hijau dan telor.

Mainan
Di Rumah Kita telah tersedia sedikit mainan, biasanya para orang tua membawakan mainan kesukaan masing-masing anak. Sehari-harinya anak-anak itu lebih sering menghabiskan waktu menonton TV kecil di ruang tamu.

Buku-buku
Anak-anak di Rumah Kita berumur antara bayi 18 hari hingga anak 12 tahun. Buku-buku seharusnya disesuaikan dengan umur anak-anak tersebut. Ada beberapa buku terpajang diruang tamu, serial buku komik, ensikopledia, ilmu pengetahuan mengenai penyakit kanker. Namun tidak terlihat buku hard-cover bergambar untuk usia batita. Menurut kami bukunya masih kurang mencukupi untuk bisa dipakai mengisi waktu anak-anak tersebut dengan kegiatan yang mendidik.

Pakaian
Untuk keseharian mereka bawa masing-masing dari rumah. Namun yang tidak terlupakan bagi kami berdua adalah reaksi terharu dan senang luar biasa dari ibu anak-anak itu ketika kami utarakan ada kemungkinan LM akan memberikan baju Lebaran sebab menumpuk sembako tidak mungkin untuk rumah sekecil itu. Apalagi sembako sesekali disumbang oleh Yayasan dan masyarakat sekitar.

APA YANG DAPAT KITA (LOVINGMOMS) LAKUKAN UNTUK MEREKA (RUMAH KITA)?

Memberikan sumbangan

Sembako secukupnya, mengingat rumah yang kecil dan daya tampung sedikit). Bisa berupa beras, minyak goreng, kecap, gula, telur dan pernak-pernik dapur yang bukan pantangan penderita kanker.
CATATAN : Sebagai prioritas utama, pertanggal 9 Sept 2008, Sumbangan berbentuk Sembako sudah dibeli sesuai dengan budget yang disepakati panitia berdasarkan dana sementara yang masuk.

Educational toys, crayon, buku gambar dll
Ini sangat penting. agar anak-anak itu punya kegiatan yang bermanfaat mengisi waktunya selain dari menonton TV)
CATATAN : Sebagai prioritas kedua, panitia berencana akan ke Asemka pada tanggal 17 Sept sebagai batas akhir penerimaan dana cash.

Peralatan kebersihan dan peralatan mandi
Untuk dipakai oleh keluarga dan anak-anak Rumah Kita. Bisa berupa detergent, pewangi, sampho, sabun, pasta gigi, sikat gigi, pewangi lantai, dll.
CATATAN : Peralatan kebersihan dan mandi telah dibelikan bersamaan dengan pembelian sembako pada tanggal 9 Sept 2008.

Bantuan Operasional
Sisa dana diserahkan untuk bantuan pengobatan dan operasional Rumah Kita.

Mengadakan acara Buka Bersama Rumah Kita
Tujuan acara adalah untuk menghibur anak-anak penderita kanker dan keluarganya, memupuk kebersamaan dan berbagi cinta bersama LovingMoms di hari ulangtahun ketiga LM yang bertepatan dengan bulan puasa.

ULTAH KETIGA LM DENGAN RUMAH KITA

Tempat: The Corner Restoran. Berlokasi dekat dengan lokasi Rumah Kita, tepat di ujung jalan Salemba Tengah berseberangan dengan UI Salemba.

Hari, tanggal, waktu: Sabtu 20 September pukul 15:30 – buka puasa.

Acara : Ultah LM, penyerahan bantuan, magic balon, sulap untuk anak-anak, buka bersama.

SUMBANGAN CASH
Bagi yang terpanggil berbagi kasih, dana dapat ditransfer ke :

KCU MENARA BIDAKARA
No. Account: 4501211146
Atas Nama Rosida Tiesmin (08161620709)

Bank Mandiri KC. Siliwangi Bandung
No. Account: 130 - 000 - 43 - 0808 – 9
Atas Nama Anna Maryana (08170032308)

SUMBANGAN CASH DITUTUP PADA TANGGAL 17 SEPTEMBER 2008.

SUMBANGAN BARANG NON CASH
Bagi yang ingin menyumbang non cash, posko pengumpulan barang sumbangan di rumah Gerda, yang tidak jauh dari Rumah Kita.
Jalan Kramat Jaya Baru VI no. 5
Johar Baru. Jakarta Pusat. Hp : 0811 92 7217

Bagi yang sudah melakukan transfer, mohon konfirmasi ke Bendahara:
Tiesmin, Anna, dan Rina.

Kami sangat berharap kegiatan berbagi kasih ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan melalui perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak penderita kanker dan keluarganya di Rumah Singgah yang selama ini terus berjuang meniti hari demi hari melawan penyakit ganas itu.

Hasil dari sumbangan anda akan kami laporkan rutin di milis dan blogs LM. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang acara kunjungan kasih dan perkembangan sumbangan, silahkan mengunjungi blogs kami di http://lovingmoms.blogs.friendster.com/

Akhir Kata
Dear LovingMoms dan Sahabat LovingMoms…,
Mari kita bersatu hati, berbagi cinta, berbagi kasih dan memberikan yang terbaik yang bisa kita bisa bagi anak-anak penderita kanker di Rumah Kita.

Biarlah Tuhan yang Maha Esa melimpahkan berkat dan kebahagiaan bagi semua tangan yang memberi dan hati yang mendoakan dengan tulus. Diberkatilah orang-orang yang baik, yang memberikan bantuan kepada saudara yang membutuhkan.

Salam kasih,
Panitia Kunjungan Kasih LovingMoms ke Panti Asuhan Abigail
Ketua: Yuno mom Fara dan Fira (0811944083)
Wakil: Yuliana mom Zidan (08158882682)
Bendahara: Tiesmin mom Marvel dan Jeo (08161620709)
Rina mom Alyssa (08128711722)
Anna mom Zian (08170032308)

 

UPDATE SUMBANGAN PER 10 SEPT 08

 

Dear Loving Moms dan Sahabat Loving Moms,
berikut disampaikan perkembangan terakhir sumbangan untuk Rumah Kita.
Terimakasih yang sebesar2nya untuk semua donatur yang baik hati, Loving Moms dan Sahabat Loving Moms yang telah berpartisipasi, memberikan sumbangan dengan iklas., berbagi cinta dan kasih dengan Anak2 Penderita Kanker di Rumah Kita.
Diberkatilah mereka yang memberi dengan sukacita. Kami doakan berkat melimpah dan berlipat ganda bagi Mom dan Keluarga. Amin.

SUMBANGAN CASH
Posisi dana sumbangan Rumah Kita yang masuk ke Rekening Bendahara yang ditunjuk hingga tanggal 9 September 2008.

Rp. 9,307,500,-



SUMBANGAN NON CASH

Rumah Kita

  • Vacuum Cleaner : Dera
  • Blender : Nia

Acara Ultah LM bersama Rumah Kita

  • Cake Ultah LM : Gerda + Dera
  • 30 cup cakes untuk Anak2 Rumah Kita : Sumbangan Lily (sahabat LM teman mom Rina)
  • 30 Goodybags untuk Anak2 Rumah Kita : Sumbangan Puti, Anna, Nia
  • Puding untuk Anak2 Rumah Kita : Sumbangan Dera dan Tiesmin
  • Susu Ultra 2 pak untuk Anak2 Rumah Kita : Sumbangan Tiesmin

RENCANA BELANJA UNTUK RUMAH KITA :

  • Buku-buku cerita, buku gambar, crayon
  • Educational Toys (Yuno sudah menghubungi produsennya)
  • Container untuk tempat penyimpanan mainan
  • Handuk 2 lusin
  • Evamate untuk alas tidur
  • Gorden 1 set untuk ruang tamu
  • Sprei + sarung bantal
  • Gitar 1 pcs untuk mengisi waktu bapak2 yang menunggui anaknya, menghibur anak2 Rumah Kita
  • Setrikaan 1 pcs merk Phillips
  • Mesin Cuci LG 8 kg (jika dana memungkinkan)

Salam Kasih
Panitia LM Peduli Rumah Kita
- Let’s Share Our Love With Everyone -

Untuk updates lebih lanjut, silahkan kunjungi blog moderator LM -yang tidak bisa membuka FS di kantor, hehehe-

 

http://www.christabelleamadea.blogspot.com/

Category LM Info and Activities

LM PEDULI ANAK^ PENDERITA KANKER DI RUMAH KITA

Filed under: Uncategorized — lovingmoms at 6:36 am on Wednesday, September 10, 2008  Tagged

PROFILE LOVING MOMS

Salam kenal dari Loving Moms, rumah kedua bagi Ibu penuh cinta.
Loving Moms lahir pada tanggal 29 September 2005 dan saat ini dimiliki dan dicintai bersama oleh 120 membernya. Berawal dari keinginan para ibu muda untuk saling berdiskusi, bertukar informasi, berbagi resep, berbagi rasa alias curhat tentang bayi, balita dan diri sendiri sebagai orangtua baru yang terus belajar agar bisa memberikan yang terbaik bagi anak dan keluarga, terbentuklah komunitas virtual yang sekarang telah menjadi keluarga besar penuh cinta ernama Loving Moms (“LovMoms, LM”).

Dalam perjalanannya, Loving Moms telah menjadi rumah kedua bagi membernya yang saling membantu berbagi informasi dalam mengurus bayi dan balita, menjadi tempat curhat dan berbagi rasa dengan sesama perempuan dan moms, dan menjadi tempat mencari teman alias sahabat. Seiring waktu berjalan, persahabatan dan persaudaraan yang indah telah lahir dari milis ini, membuat membernya bersatu hati dalam SATU VISI: ‘Membagi cinta dan kasih dengan semua orang’. Sesuai dengan NAMANYA: Loving Moms yang berarti Ibu penuh cinta. Dan sesuai dengan TAGLINENYA: ‘Let’s Share Our Love With Everyone’. Loving Moms berkomitmen untuk terus BERBAGI KASIH & CINTA dengan orang-orang yang membutuhkan tanpa memandang perbedaan suku, ras maupun agama.

Member LM sering mengadakan copy darat di berbagai tempat dan mengadakan arisan sekaligus share rutin tentang parenting dan kesehatan anak di rumah member secara bergantian.

Selain itu Loving Moms selalu berusaha berbagi kasih dengan orang yang membutuhkan melalui acara-acara sosial seperti:

1) 29 September 2006 (ultah LM pertama) mengundang anak-anak Panti Asuhan Nurul Iman, Pasar Rumput ke Texas Fried Chicken di Cikini untuk bersama-sama bergembira merayakan ultah pertama milis dengan aneka games, hadiah dan hiburan sulap. LovMoms menyerahkan sumbangan yang dikumpulkan melalui fund raising di milis, yang berhasil mengumpulkan sumbangan berbentuk cash dan non-cash termasuk diantaranya baju koko dan baju gamis bagi seluruh anak Panti untuk merayakan Lebaran, berbagai barang dan sembako bagi operasional panti.

2) 17 Des 2006 Loving Moms mengadakan Kunjungan Kasih ke Panti Jompo Karya Kasih, Kwitang. LovMoms mengajak para oma berbahagia menyambut Natal 2006, berjoget dan bernyanyi bersama dengan sukacita dengan hiburan band. LovMoms juga menyerahkan sumbangan cash dan non cash yang diperoleh dari fund raising. Oma-oma di Panti sangat senang mendapat seragam baru dari LovMoms untuk dipakai ke gereja. Sebuah Quilt buatan tangan Linda mom Jojo di Duri (salah seorang member LM) terpajang indah di dinding Panti Jompo Karya Kasih hingga hari ini.

3) Awal Februari 2007 pada saat Jakarta menghadapi bencana banjir besar, LovMoms mengunjungi korban banjir yang tinggal di Bantaran Kali Pasir, Kwitang untuk menyerahkan sumbangan dari member LM (sembako, pakaian layak pakai, susu).

4) 29 September 2007 (ultah LM kedua) mengunjungi Rumah Autis Dhuafa Yayasan Cahaya Keluarga Kita –YCKK-. LovMoms kembali menyerahkan bantuan cash dan non cash (sembako, THR Lebaran untuk pengurus, education toys untuk anak autis dan goody bags berisi berbagai macam barang). Anak-anak autis sangat bergembira mendapatkan hadiah mereka berupa berbagai educational toys, alat musik, buku, dll. Para pengurus dan orangtuanya sangat terharu menerima alat peraga dan berbagai barang yang selama ini mereka butuhkan untuk menunjang kegiatan terapi bagi anak-anak autis disana.

5) 15 Des 2007 LovingMoms mengadakan Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan Kristen Abigail Pamulang. Anak-anak Panti mendapat kebahagiaan natal bersama LovMoms dengan suguhan sulap dan hiburan Band. Fund raising kali ini benar-benar luar biasa, membuat LovMoms berhasil mewujudkan semua mimpi anak-anak dan pengurus Panti Abigail. Enampuluh anak yatim di Panti Abigail mendapat sepatu baru sebagai hadiah natalnya, 6 set meja makan dan kursi yang menjadi impian selama ini telah tersedia di ruang makannya, semua kamar mandi yang selama ini rusak telah diperbaiki. Sembako juga tersedia dengan cukup. Gorden baru, mainan dan berbagai buku mereka dapatkan dengan sukacita.

Foto-foto acara dapat dilihat di :
http://lovingmoms.blogs.friendster.com/

Tim Modie terdiri dari:
- Gerda mom Christabelle
- Nia bunda Kayla

LM PEDULI RUMAH KITA
Selasa 26 Agustus 2008 By Yuno dan Gerda

Menyambut ulangtahun ketiga LovingMoms pada 29 September 2008, LM kembali ingin berbagi kasih dan cinta. Kali ini anak-anak penderita kanker yang berasal dari keluarga tidak mampu dan singgah di Rumah Kita menjadi tujuan LM. Berikut ini adalah hasil survey LM ke Rumah Kita.

KONDISI RUMAH KITA
Rumah Kita terletak di belakang Masjid Almarhamah, Percetakan Negara XI no. 32. Kita harus memasuki gang sempit kurang dari 2 meter untuk tiba di Rumah Kita yang terletak di lingkungan rumah petakan yang saling berimpitan. Rumah ini dikontrak oleh Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), digagas oleh Pinta Manullang dan Ibu Ira. Pinta juga berjuang untuk kesembuhan anaknya yang menderita kanker darah atau leukemia, anaknya baru saja menjalani transpalansi sumsum tulang belakang dari adik kandungnya.

Rumah Kita dikontrak untuk jangka waktu 2 tahun (Rp. 9 juta/tahun) yang akan berakhir pada bulan Desember 2008. Pada awalnya, tetangga sekitarnya menolak kehadiran rumah singgah ini karena takut tertular penyakit kanker. Baru setelah didatangkan dokter ahli kanker memberikan penjelasan kepada RT dan tetangga sekitarnya, Rumah Kita bisa berdiri dengan tenang dan bahkan mendapat bantuan dan dukungan dari tetangga-tetangganya.

Rumah Kita berukuran 3 x 16 meter. Seluruh ruangan dibuat terbuka tanpa pintu dan penyekat selain setengah tembok sebagai pemisah tiap ruangan. Ruangan pertama adalah ruang tamu ukuran 3 x 3 meter yang merangkap sebagai ruang TV, baca dan berkumpul para orang-tua dan anak-anak. Ruangan kedua adalah ruang tidur terbuka dengan 2 lemari gantung serta 2 kasur ukuran sedang yang disandarkan ke dinding. Ruang ketiga adalah kamar tidur serupa dengan daya tampung 3 tempat tidur. Biasanya anak dan ibu tidur berdua di kasur tersebut, sementara bapaknya tidur di ruang tamu bersama dengan bapak yang lain. Setelah ruang tidur terdapat ruang makan, lengkap dengan kursi dan meja makan, terdapat 1 buah kulkas 2 pintu. Ruangan terakhir adalah dapur dan kamar mandi yang bersih.

Kesan pertama kami menginjakkan kaki kesana, Rumah Kita sangat bersih dan cukup rapi. Anak-anak yang tinggal disana. Walaupun sedang menderita kanker yang cukup berat, anak-anak ini tetap kelihatan, ceria, segar dan bersemangat. Jauh dari kesan sakit, sedih dan tidak terawat.

Rumah Kita memiliki daya tampung 5 pasien beserta keluarga, namun apabila keadaan mendesak mereka memaksakan menampung hingga 8 pasien dan keluarga. Karena sifat pengobatan penderita kanker yang terus menerus (satu kali kemo/laser/opname dalam 2-3 minggu), maka biasanya penghuni rumah tersebut bergantian mengisi kamar-kamar tersebut. Saat ini tercatat ada 38 penghuni aktif yang melakukan rotasi untuk singgah dan tinggal di Rumah Kita. Tarif yang dikenakan untuk singgah hanya Rp.5.000/hari. Dengan begitu mereka bebas untuk memasak karena sembako pokok (beras, gula, teh, air mineral) disediakan dari rumah kita/yayasan/donatur, keluarga pasien hanya perlu menyediakan dan memasak lauk-pauknya saja. Selain itu, keluarga pasien bebas mandi, menginap dan masak di Rumah Kita selama mereka membutuhkannya.

ANAK-ANAK PENDERITA KANKER DI RUMAH KITA
Saat ini ada 6 pasien yang sedang tinggal di Rumah Kita karena sedang menunggu jadwal Kemoterapi di RSCM.

Akbar, anak laki-laki 6 tahun, menderita kanker mata.
Kedua matanya sudah tidak dapat melihat sama sekali. Akbar berasal dari Ternate, ayahnya seorang Polisi. Mereka sudah hampir 1 tahun menetap di Rumah Kita. Adik Akbar yang masih kecil hanya sempat dirawat oleh ibunya hingga umur 3 bulan, sekarang sudah berumur 1,3 tahun terpaksa ditinggal di Ternate untuk dirawat oleh saudara ibunya. Untuk pengobatan matanya tersebut Akbar telah menjalani penyinaran sebanyak 20 X dan kemoterapi sebanyak 12 X. Walaupun Akbar sudah tidak dapat melihat total, namun keceriaan tidak pernah hilang dari Akbar. Subhanallah, benar-benar anak yang kuat mental. Kami sempat bertanya, “Akbar nanti puasa kan? Mau hadiah apa kalo berhasil puasa?” Akbar menjawab dengan kencang: “Mobil…Pesawat…Busway”

Pada waktu pertama kali tiba di Rumah Kita, Akbar sangat kecil, beratnya cuma 9 kg. Setelah matanya dioperasi dan tumor matanya diangkat, Akbar semakin sehat dan semakin gemuk. Namun rupanya kanker itu menyebar ke matanya sebelah kanan hingga keduanya tidak bisa melihat lagi dan harus terus menjalani kemoterapi dan laser. Kepalanya sekarang botak karena terus menerus menjalani kemo dan laser. Akbar tidak bersekolah.

Rachel, anak perempuan 11 tahun, asal Cikarang, menderita Leukimia.
Fisik anak penderita kanker jelas terlihat pada diri Rachel, rambutnya menipis dan rontok karena efek radiasi dan kemoterapi. Rachel tadinya bersekolah di BPK Penabur Cikarang hingga kelas 4 SD. Namun setiap pulang sekolah, Rachel mengeluh sakit, lemas dan sesak. Setelah dilakukan pemeriksaan darah lengkap, diketahui bahwa Rachel menderita Leukemia dan wajib menjalani kemoterapi. Rambutnya selalu rontok setiap habis kemo hingga botak, tapi kemudian tumbuh lagi sehingga potongan rambutnya cepak. Kami bertanya, “Rachel masih sekolah?” Rachel menjawab, “iya masih” Rupanya ibunya masih bersemangat menyekolahkan Rachel di Sekolah Negeri agar tidak terlalu berat mengikuti pelajaran di BPK Penabur.

Sonia, anak perempuan 11 tahun, asal Pandeglang menderita kanker otot.
Berawal dari rasa sakit di kaki yang tidak pernah hilang, sang ibu terus berjuang untuk mengetahui apa yang diderita anaknya. Pengobatan yang diberikan sekian lama ternyata hanya untuk mengurangi rasa sakit kaki yang biasanya datang menjelang Maghrib hingga pukul 1 atau 3 dini hari. Sakit tak tertahankan itu terus konstant datang setiap hari. Setelah ada tonjolan di pinggul Sonia, barulah dokter menduga sakit yang selama ini diderita adalah kanker otot. Saat ini Sonia masih bisa berjalan, namun dengan kondisi pincang. Obat yang dimasukkan sangat keras melalui kemo, karena Sonia menderita kanker otot yang terbilang sangat berat. Rambutnya sering rontok setiap habis kemo. Sonia acap kali tidak sanggup meminum dan memakan apapun setelah kemo saking mualnya.

Zidan, bayi laki-laki umur 18 hari, asal Batam, penderita tumor.
Bayi mungil dan ganteng ini terlahir dengan benjolan sebesar buah mangga di bawah telinga kirinya. Ibunya baru tahu ada kelainan ini setelah 3 jam melahirkan. Pemeriksaan jaringan otot tersebut baru akan dilakukan pada hari Jumat ini di RSCM. Alhamdulillah sang Ibu mengikuti anjuran dokter untuk terus memberikan ASI bagi Zidan agar daya tahan tubuhnya kuat. Ibunya sangat senang ketika kami mengutarakan rencana membelikan baju lebaran bagi anak-anak Rumah Kita. “Zidan dapat juga dong? Alhamdulillah, katanya”

Yulia, anak perempuan 8 tahun, penderita kanker ovarium.
Wajahnya cantik-ayu membuat kami tersentak ketika mendengar Yulia sudah terserang kanker ovarium di usianya yang masih belia. Penyakit itu sendiri diketahui setelah sang Ibu curiga melihat perutnya yang terus membesar. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawanya adalah dengan mengangkat indung telur dan rahimnya. Kami tak sanggup menahan air mata haru melihat sang Ibu meneteskan air mata dan mengatakan “Tolong jangan sampai Yulia tahu, yang terpenting saat ini bagaimana nyawanya bisa diselamatkan”

Sandy, laki-laki umur 3 tahun, penderita kanker syaraf.
Kami tidak sempat berbincang dengan Sandy dan orang tuanya karena pada saat itu mereka sedang melakukan pengobatan di RSCM menjalani kemoterapi.Sandy menderita kanker syaraf yang juga telah menggerogoti mata kirinya hingga buta.

PENGOBATAN MEDIS
Untuk pengobatan, para orang tua anak-anak di Rumah Kita menggunakan GAKIN (kartu miskin) dan dapat dilayani RSCM meskipun dengan prosedur panjang dan berbelit. Dengan mengandeng anak kecil yang sedang kesakitan karena kanker yang dideritanya, ibu dan anak kerap harus dipimpong kesana kemari.

Tidak semua biaya terutama obat-obatan ditanggung sepenuhnya oleh karena adanya GAKIN. Obat-obatan yang tidak tersedia di RSCM harus mereka tebus dengan dana sendiri dari apotik di luar RSCM. Hal tersebut cukup sering dialami oleh Ibunda Rachel yang harus menebus obat tertentu sebanyak 15 ampul yang harga per ampulnya Rp. 75.000. Begitu pula dengan ibunda Sonia yang harus menebus obat post-pamid sebanyak 22 ampul di luar dengan harga jutaan.
Pengobatan yang panjang ini sangat membutuhkan biaya karena tidak sepenuhnya ditutup oleh Gakin. Selain itu mereka juga harus menyediakan dana untuk hidup, transportasi, dll sementara salah satu dari orangtua (ayah atau ibu) harus tetap mendampingi anak yang sakit terus menerus. Dengan begitu yang mencari nafkah hanya satu orang, anaknya yang lain (saudara dari penderita) harus rela diasuh oleh saudara atau orang lain yang bukan ibunya.

APA MEREKA BUTUHKAN?

Makanan
Anak-anak penderita kanker memiliki banyak pantangan makanan, seperti anti MSG, pengawet, pewarna, mie instant, jenis-jenis kudapan seperti Chiki, Cheetos dan sejenisnya, segala makanan yang dibakar. Untuk susu, tidak semua anak bisa mentolerir susu. Makanan yang biasanya disediakan adalah “back to nature” seperti buah-buahan segar, sayuran hijau dan telor.

Mainan
Di Rumah Kita telah tersedia sedikit mainan, biasanya para orang tua membawakan mainan kesukaan masing-masing anak. Sehari-harinya anak-anak itu lebih sering menghabiskan waktu menonton TV kecil di ruang tamu.

Buku-buku
Anak-anak di Rumah Kita berumur antara bayi 18 hari hingga anak 12 tahun. Buku-buku seharusnya disesuaikan dengan umur anak-anak tersebut. Ada beberapa buku terpajang diruang tamu, serial buku komik, ensikopledia, ilmu pengetahuan mengenai penyakit kanker. Namun tidak terlihat buku hard-cover bergambar untuk usia batita. Menurut kami bukunya masih kurang mencukupi untuk bisa dipakai mengisi waktu anak-anak tersebut dengan kegiatan yang mendidik.

Pakaian
Untuk keseharian mereka bawa masing-masing dari rumah. Namun yang tidak terlupakan bagi kami berdua adalah reaksi terharu dan senang luar biasa dari ibu anak-anak itu ketika kami utarakan ada kemungkinan LM akan memberikan baju Lebaran sebab menumpuk sembako tidak mungkin untuk rumah sekecil itu. Apalagi sembako sesekali disumbang oleh Yayasan dan masyarakat sekitar.

APA YANG DAPAT KITA (LOVINGMOMS) LAKUKAN UNTUK MEREKA (RUMAH KITA)?

Memberikan sumbangan

Sembako secukupnya, mengingat rumah yang kecil dan daya tampung sedikit). Bisa berupa beras, minyak goreng, kecap, gula, telur dan pernak-pernik dapur yang bukan pantangan penderita kanker.
CATATAN : Sebagai prioritas utama, pertanggal 9 Sept 2008, Sumbangan berbentuk Sembako sudah dibeli sesuai dengan budget yang disepakati panitia berdasarkan dana sementara yang masuk.

Educational toys, crayon, buku gambar dll
Ini sangat penting. agar anak-anak itu punya kegiatan yang bermanfaat mengisi waktunya selain dari menonton TV)
CATATAN : Sebagai prioritas kedua, panitia berencana akan ke Asemka pada tanggal 17 Sept sebagai batas akhir penerimaan dana cash.

Peralatan kebersihan dan peralatan mandi
Untuk dipakai oleh keluarga dan anak-anak Rumah Kita. Bisa berupa detergent, pewangi, sampho, sabun, pasta gigi, sikat gigi, pewangi lantai, dll.
CATATAN : Peralatan kebersihan dan mandi telah dibelikan bersamaan dengan pembelian sembako pada tanggal 9 Sept 2008.

Bantuan Operasional
Sisa dana diserahkan untuk bantuan pengobatan dan operasional Rumah Kita.

Mengadakan acara Buka Bersama Rumah Kita
Tujuan acara adalah untuk menghibur anak-anak penderita kanker dan keluarganya, memupuk kebersamaan dan berbagi cinta bersama LovingMoms di hari ulangtahun ketiga LM yang bertepatan dengan bulan puasa.

ULTAH KETIGA LM DENGAN RUMAH KITA

Tempat: The Corner Restoran. Berlokasi dekat dengan lokasi Rumah Kita, tepat di ujung jalan Salemba Tengah berseberangan dengan UI Salemba.

Hari, tanggal, waktu: Sabtu 20 September pukul 15:30 – buka puasa.

Acara : Ultah LM, penyerahan bantuan, magic balon, sulap untuk anak-anak, buka bersama.

SUMBANGAN CASH
Bagi yang terpanggil berbagi kasih, dana dapat ditransfer ke :

KCU MENARA BIDAKARA
No. Account: 4501211146
Atas Nama Rosida Tiesmin (08161620709)

Bank Mandiri KC. Siliwangi Bandung
No. Account: 130 - 000 - 43 - 0808 – 9
Atas Nama Anna Maryana (08170032308)

SUMBANGAN CASH DITUTUP PADA TANGGAL 17 SEPTEMBER 2008.

SUMBANGAN BARANG NON CASH
Bagi yang ingin menyumbang non cash, posko pengumpulan barang sumbangan di rumah Gerda, yang tidak jauh dari Rumah Kita.
Jalan Kramat Jaya Baru VI no. 5
Johar Baru. Jakarta Pusat. Hp : 0811 92 7217

Bagi yang sudah melakukan transfer, mohon konfirmasi ke Bendahara:
Tiesmin, Anna, dan Rina.

Kami sangat berharap kegiatan berbagi kasih ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan melalui perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak penderita kanker dan keluarganya di Rumah Singgah yang selama ini terus berjuang meniti hari demi hari melawan penyakit ganas itu.

Hasil dari sumbangan anda akan kami laporkan rutin di milis dan blogs LM. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang acara kunjungan kasih dan perkembangan sumbangan, silahkan mengunjungi blogs kami di http://lovingmoms.blogs.friendster.com/

Akhir Kata
Dear LovingMoms dan Sahabat LovingMoms…,
Mari kita bersatu hati, berbagi cinta, berbagi kasih dan memberikan yang terbaik yang bisa kita bisa bagi anak-anak penderita kanker di Rumah Kita.

Biarlah Tuhan yang Maha Esa melimpahkan berkat dan kebahagiaan bagi semua tangan yang memberi dan hati yang mendoakan dengan tulus. Diberkatilah orang-orang yang baik, yang memberikan bantuan kepada saudara yang membutuhkan.

Salam kasih,
Panitia Kunjungan Kasih LovingMoms ke Panti Asuhan Abigail
Ketua: Yuno mom Fara dan Fira (0811944083)
Wakil: Yuliana mom Zidan (08158882682)
Bendahara: Tiesmin mom Marvel dan Jeo (08161620709)
Rina mom Alyssa (08128711722)
Anna mom Zian (08170032308)

 

UPDATE SUMBANGAN PER 10 SEPTEMBER 2008

 

Dear Loving Moms dan Sahabat Loving Moms,
berikut disampaikan perkembangan terakhir sumbangan untuk Rumah Kita.
Terimakasih yang sebesar2nya untuk semua donatur yang baik hati, Loving Moms dan Sahabat Loving Moms yang telah berpartisipasi, memberikan sumbangan dengan iklas., berbagi cinta dan kasih dengan Anak2 Penderita Kanker di Rumah Kita.
Diberkatilah mereka yang memberi dengan sukacita. Kami doakan berkat melimpah dan berlipat ganda bagi Mom dan Keluarga. Amin.

SUMBANGAN CASH
Posisi dana sumbangan Rumah Kita yang masuk ke Rekening Bendahara yang ditunjuk hingga tanggal 9 September 2008.

Rp. 9,307,500,-



SUMBANGAN NON CASH

Rumah Kita

  • Vacuum Cleaner : Dera
  • Blender : Nia

Acara Ultah LM bersama Rumah Kita

  • Cake Ultah LM : Gerda + Dera
  • 30 cup cakes untuk Anak2 Rumah Kita : Sumbangan Lily (sahabat LM teman mom Rina)
  • 30 Goodybags untuk Anak2 Rumah Kita : Sumbangan Puti, Anna, Nia
  • Puding untuk Anak2 Rumah Kita : Sumbangan Dera dan Tiesmin
  • Susu Ultra 2 pak untuk Anak2 Rumah Kita : Sumbangan Tiesmin

RENCANA BELANJA UNTUK RUMAH KITA :

  • Buku-buku cerita, buku gambar, crayon
  • Educational Toys (Yuno sudah menghubungi produsennya)
  • Container untuk tempat penyimpanan mainan
  • Handuk 2 lusin
  • Evamate untuk alas tidur
  • Gorden 1 set untuk ruang tamu
  • Sprei + sarung bantal
  • Gitar 1 pcs untuk mengisi waktu bapak2 yang menunggui anaknya, menghibur anak2 Rumah Kita
  • Setrikaan 1 pcs merk Phillips
  • Mesin Cuci LG 8 kg (jika dana memungkinkan)

Salam Kasih
Panitia LM Peduli Rumah Kita
- Let’s Share Our Love With Everyone -

Updates selanjutnya bisa dilihat di blog moderator LM *yang gak bisa membuka FS di kantor, hehehe*

http://www.christabelleamadea.blogspot.com/

LoOKinG..fOr..Au..PAir…

Filed under: Help/Promo — lovingmoms at 6:02 pm on Wednesday, March 19, 2008

Pls fwd this message/post/blog. Thank you in advanced.

LoOKinG..fOr..Au..PAir…

A Letter for Au-pair

Dear Au pair
We are a 4 member - Indonesian-Dutch family, full of joy and activities.We’re living in Belgium, closed to the border of The Netherlands in a house with a big garden..

We are looking for ( Unmarried Au-pair girl from Indonesia,Malaysia,Philiphina or China-  Age: Min.19 Years - Max. 25 years old) who is responsible and reliable, enjoy looking after and be with the kids, creative and easygoing.

-  Start date    : April - June 2008

- Length of Stay  : 12 - 24 Months

- No. Smoking (Dirumah kami tidak ada yg merokok)

Help to take care of our children before and after school time.
She should be able to help with the running of the House and the daily tasks related to it. Would be perfect if she had an International driving licence to drive the kids to the school (3 km from our house). Lebih bagus lagi apabila au-pair mempunyai SIM Internasional-Mobil jadi bisa mengantar dan menjemput anak-anak dengan mobil. (jarak dari rumah ke sekolah cuma 3 km).

If you are native English and Indonesian, we expect you to give to the children English and Indonesian basics.

If you do sport, play music or have another hobby, we could look if you can find a club or center where to practice.

If you like computer, you can internet/read some Indonesian news (Kompas,Suara pembaruan,Nova,Femina Online etc etc). So You can use our computer.Minis5003463 Minis5004558 Minis5004703Miniminis5003583_1

More Foto’s click here :

If you like to travel, Paris, Germany, Luxemburg, Amsterdam, Rotterdam, Denhaag, Bruxelles are 1-4 hours far !

We look for an aupair girl that wants to be part of the family !

Kami berharap kerjasamanya yang baik. Terima kasih…Thank You

About us :

We are a 4 member - Indonesian-Dutch family, A father (Dutch) + a mother (Asian) and 2 kids (A boy , Ruben = 3,5 years old and A girl, Myra = 1,5 year old).
Anak yg pertama, Ruben setiap hari senin s/d jumat pergi kesekolah dari jam 8 s/d 12:00, dan setiap selasa/Jumat 1 hari penuh kesekolah sampai jam 15:30, sedangkan anak yg kedua, Myra setiap 2x/minggu pergi ke Daycare dari jam 9 s/d 17:00…)

  Minis5005556  Minis5003861Minis5005588

Ruben every monday till friday go to go school from 8 till 12 o’clock. (1 or 2 time in week = Tuesday or Friday till 15:30).

Myra every tuesday and friday - in Daycare / HET BERENBOS- Hour : 9 till 17:00.

We can speak Dutch,English and also Indonesia…(Jadi au pair harus bisa berbahasa Indonesia dengan baik untuk anak-anak kami). Anyway I’ve been learning Mandarin Language in Belgium, but i’ve stopped cause i was pregnant, perhaps if you can speak Mandarin fluently, so in the future i can learn from you…isn’t it good idea?

With the children, there is always something on in the family !.

We enjoy to be together with the children, to take part to the cultural, zoo, parc, shopping center, restaurants, cinema or local animations, Indonesian,Belgian or Dutch clubs, Kids and family clubs or visit friends/family…. etc etc…

We meet our friends and families, in Belgium & The Netherlands (also KBRI-Indonesian Embassy in Brussel-Belgium and Denhaag-Holland), Indonesian Club&Culture Center, pasar malam in Belgium+Holland, etc etc). Minis5006041 Minis5005589 Minis5005677 Minis5005704_1 Minis5004224 Minis5005182 Minis5004840 Minis5004955 Minis5004965                                                 Minis5002908 Minis5005960_1Minis5005957We like nice friendship, cause they are also nice n good friends for us…

We like cook+eat Asia foods (salah satunya masakan Indonesia) and Europa Food. (Persediaan makanan Indonesia kami lumayan lengkap, dari bumbu2 indonesia,indomie,tahu,tempe,krupuk,sambal+nasi/beras).

Setiap minggu pertama dan minggu ketiga kami suka ber-ibadah pergi ke PERKI diadakan di aula Kedutaan Indonesia di Brussel-Belgia, berkumpul dengan orang-orang Indonesia, mendengar lagu2 Indonesia, dan bisa makan berbagai Indonesian food. Every 1st and 3rd sunday/month, we’d like to go to PERKI - in Aula KBRI Indonesian Embassy in Brussel, there we meet Indonesian + eat some Indonesian food. (See foto’s click here)

Selain aktif dengan perkumpulan orang-orang Indonesia di Belgia dan Belanda, kami juga aktif dengan perkumpulan Europa (dutch/Belgian)….Jadi bisa belajar bahasa Belanda juga dan mengenal kebudayaan Belanda/Belgia.

Pas Weekend kami suka ada acara dengan keluarga dan teman teman di Belgia atau Belanda, atau bersantai ria dirumah saja.

We like music,golf, swimming,gtg 2 cinema, beach,restaurant,cafe (uit-eten),shopping, internet/computer and travelling by car or plane (jadi bisa ikut kalo kami travel keluar kota atau keluar negri dengan mobil/pesawat)….

We expect from our au pair :

- The au pair must be un-married. (Single). Good conditions/Healthy…(Sehat,tidak penyakitan/mempunyai penyakit menular).

- She can speak (writing+reading) English (Bisa mengerti, membaca dan berbicara Bahasa Inggris percakapan sehari-hari). + Would be perfect if she can speak Indonesian.

- a help to prepare the children in the morning, preparing our kids before and after school/daycare,drive them to school/daycare.
Would be perfect if she had an International driving licence to drive the kids to the school (3 km from our house). Lebih bagus lagi apabila au-pair mempunyai SIM International jadi bisa mengantar dan menjemput anak-anak dengan mobil. (jarak dari rumah ke sekolah cuma 3 km).

- help in preparing afternoon and evening meal and clean up the kitchen after the meals

- bath/bed time help

- play with children coming back from daycare/school

- keep children’s play room, bathroom, sleeping room clean

- a light help for the house cleaning, some ironing.

There will be babysitting at night when we go out or During week-end.(OCCASIONALLY)

The au pair girl will be friendly, reliable,loyal,honestly, (Punya agama,tidak atheis tetapi TIDAK HARUS fanatik dengan agamanya, saling toleransi),punya motivasi kerja yg baik, betah tinggal di luar negri (Belgia), senang dengan anak-anak, bisa kasih ajar anak bahasa Indonesia/mandarin, membaca buku cerita dengan anak-anak.

Au pair shall be considered as family members and should be treated as such. The au pair and the host family should eat meals together.

kami tidak membedakan antara kami dengan au-pair karena semua mempunyai hak yang sama, saling menghormati,saling toleransi dan mempunyai rasa kekeluargaan yang kental.

The most important task of our aupair is to become a real friend and a big sister of our two kids. This can only be achieved when you do your "work" with your heart.

V, some more questions:

Will the au pair be required to drive? Yes
Will you require the au pair to help with light housework? Yes
Do you mind if the au pair smokes? Yes
Do you smoke? No
Have you had an au pair before? No
The au pair is required to care for disabled children? No
Single parent family? No

———————————————–

Informations about : Visa and Regulations

Belgium

Preconditions:

The au pair needs to have basic knowledge of the language which is spoken within the host family or he has to commit himself to get this  basic knowledge by attending an intensive language course directly after his arrival in Belgium.
The au pair needs to have a school leaving qualification which allows him to attend university in his country of origin or he needs to proove that he took part in classes up to the age of 17.

The family needs to have at least one child younger than 13 years old at the beginning of the au pair stay.

A contract has to be made up between the au pair and the host family.

Age: 18 to 26 years

Duration of stay: An au pair stay cannot exceed the duration of one year.

Spare time: The au pair is entiteled to one day off per week.

Language course: During the duration of stay the au pair is obliged to participate in a course of the language spoken in the region where the host family lives with a recognized institution.

Administrative procedure

Nationals of European Union countries, of Island, Monaco, Norway, Liechtenstein and Switzerland do neither need a visa nor a work permit to work in Belgium as an au pair.

Nationals of Non EU countries need to have a valid work permit. An au pair in Belgium may not have had a work permit for Belgium before.

The host family has to apply for an employment authorisation and for a work permit B. The application must be submitted to the immigration service competent for that particular part of the national territory.  It is necessary to add a medical certificate of the au pair and an employment contract to the application.

The au pair may not yet have reached the age of 26 years when the employment authorisation and the work permit will be granted.
The validity period of the employment authorisation and of the work permit for the au pair cannot exceed one year.

A host family cannot have an employment authorisation for several au pairs at the same time.
A host family also cannot have had three employment authorisations for au pairs before.

Those people who would like to stay in Belgium for longer than three months need a Schengen visa type D. They need to get the visa before coming to Belgium and they can only apply for it if the host family has already received the employment authorisation and the work permit B.
The au pair needs to apply for the visa at the Belgian diplomatic service or the Belgian Consulate of the country where he lives.

May a Belgian family employ a Belgian au pair?
It is possible if for example a Flemish family employs a Walloon au pair or if a Walloon family employs a Flemish au pair

Love and Peace

"V" (Ruben n Myra’s Moeder)

Gefeliciteerd!….Congratulations!..Ge

Filed under: Foto/Film/Party — lovingmoms at 12:28 pm on Sunday, March 16, 2008


    


     Gefeliciteerd! "Ge"

 

                 

HaPPy-B’day !  Gefeliciteerd!…ConGRAtuLAtiOns!..My Sista !  "Gerda Silalahi"……Wish You All The Best !
                                                       

                                     Glitter Photos

                               Love and Peace "V", "P", "Ruben n "Myra"

Cara Anak Belajar Kecewa

Filed under: Mom's stories/sharing... — lovingmoms at 3:13 am on Friday, March 14, 2008

Minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu buah hati kami…
Inilah saatnya mereka bisa bercengkerama dengan kami… dan saat nya keluar dari rumah untuk berjalan-jalan bersama-sama…
Biasanya malam hari sebelum tidur si Kakak (Fara) akan bertanya,

“Ayah-bunda, besok kalau aku bangun begini, aku ke sekolah tidak?”

“Tidak sayang, besok hari Minggu, ayah, bunda dan kakak Libur!, Ayah-bunda tidak ke kantor, dan kakak juga tidak sekolah”…..jawab kami.

“Asyiiiik..” jeritnya, dan kakakpun tertidur pulas dengan senyum di bibirnya….menanti minggu yang kami janjikan.

Minggu pagi ini kami janji mengajak Kakak dan Dede main ke Time Zone.
Pagi sekali kakak sudah bangun, sudah mandi dan segera mengenakan baju pergi pink kesukaannya..
Kami-pun bergegas makan pagi bersama, sementara kakak dan dede sabar menunggu di ruang TV.

http://bp1.blogger.com/_y2QTo3eTxCs/R8rB2sCDE6I/AAAAAAAAALo/PHQ77e53N08/s400/Kakak+Dede+baju+pink+copy.jpg
Namun tanpa terduga, hujan turun dengan derasnya….
Kamipun merasa gundah.. AC mobil sedang rusak! Repot sekali kalau kita harus pergi ketika sedang hujan.
Aduh.. sedih rasanya membayangkan kecewanya Kakak tidak jadi main ke Time Zone.

Sebagai orang tua kami menyadari inilah saatnya kakak belajar kecewa.
Kelak dia akan menghadapi situasi seperti ini berulang kali.
Kehidupan ini seringkali berjalan tidak sesuai rencana, kakak harus belajar untuk tidak memaksakan kehendaknya.

Kemudian kamipun memanggil kakak ke ruang makan
“Kakaaaak sini deh…”
“Ada apa bunda?”
“Kakak liat tidak di luar itu apa?”
“Ooh..hujan bunda!”
“Kalau hujan begini, repot ya Kak ke Time Zone-nya?”
“Wah, repot bunda…”

“Hmmm… kalau gitu ke Time Zone-nya lain kali aza yah… kalau tidak hujan”
Agak lama kakak terdiam… dia sedang berpikir keras dan kami tau ada raut kekecewaan di wajahnya.

Selang beberapa menit kemudian, kakakpun berujar,
“Lain kali aza deh Ayah-Bunda…” Kakakpun berlari kecil ke ruang TV untuk bermain kembali bersama adiknya..

Well Friends, selama ini tanpa sadar kita sering memaksakan kehendak kita kepada anak-anak. Ketika situasi memaksa kita merubah rencana, kita sering berbicara kepada anak-anak seperti seorang diktator. Kita lupa bahwa mereka juga ‘dapat’ melihat dan berpikir seperti kita.

Alhamdulillah, satu pelajaran telah kami ajarkan kepada Kakak. Semoga kakak dapat menjadi anak yang sabar dan mengerti bahwa kecewa hanyalah salah satu rasa untuk melatih kesabaran…. insya Allah.

Posted by "Yunorina Firdaus" Bunda Fara & Fira

Sharing & Berbagi Info tentang penanganan anak demam

Filed under: Mom's stories/sharing... — lovingmoms at 5:43 pm on Sunday, February 17, 2008

Moms…,
sesuai janji, mau share info bermanfaat tentang mengenali gejala
penyakit dari demam. attached is emailku ke milis sehat, menjelaskan kronologis demam belle yang dijawab oleh dr. endah, pada akhirnya belle sembuh tanpa obat (kecuali paracetamol), hanya dengan cairan ajaib yang bernama air putih dll, dan tentunya dengan istirahat yang banyak. sekarang virus udah tambah jahat ajah.., mau common colds (batpil) aja, belle pake acara demam tinggi (kasus kedua) dan demam yang lebih dari 5 hari (kasus pertama).

gw udah share di arisan LM.., kita bisa mengenali gejala penyakit
yang akan muncul dari ciri2 khas pada fisik dan behaviour anak ketika
demam.

ingat moms…, demam itu BUKAN PENYAKIT. demam adalah gejala, demam ada alarm tubuh memberitahukan ada sesuatu yang sedang terjadi di dalam tubuh. seperti yang selalu bunda wati sampaikan dalam PESAT:
demam itu fungsional…, artinya ada maksud Tuhan menciptakan demam. ketika terjadi infeksi, tubuh akan otomatis menaikkan suhunya untuk memproduksi pirogen yang akan melawan virus/bakteri yang masuk.
VIRUS MATI PADA SUHU TINGGI DAN TUMBUH SUBUR PADA SUHU RENDAH (itu sebabnya dont threat low grade fever).

jadi ketika anak demam, jangan buru2 panik dan langsung kasih obat
penurun demam or ke dokter (ada klausul kapan harus menghubungi
dokter dari milis sehat kan). yang penting dilakukan adalah perbanyak cairan untuk menghindari dehidrasi dan observasi tingkah laku si anak.

bicara soal observasi tingkah laku anak saat demam, kita perlu tahu
apa saja ciri2 khas yang menunjukkan gejala penyakit tertentu supaya
gak panik. sebenarnya hampir sebagian besar penyebab anak demam
adalah infeksi batuk pilek yang tidak memerlukan obat namun lebih
pada cairan. namun, ada baiknya juga kita punya pegangan jika suatu
saat anak kita demam tanpa batpil, seperti yang baru saja dialami
belle di bawah.

bisa dilihat dari threatment yang gw lakukan: PERBANYAK CAIRAN DAN ISTIRAHAT. itu kunci utamanya. jika anak malas makan itu wajar, jangan dipaksa karena kita kalo gak enak badan pun ogah makan.

patokan terapi anak demam untuk anak diatas setahun:

< 38, 3 : low grade fever, tidak perlu paracetamol (merk dagang:
tempra), perbanyak cairan (susu, es krim, juice buah, kuah sup, dll
dll, apa aja yang dia mau minum)

> 38,3 : perbanyak cairan, kompres air hangat (basuh seluruh badan
dengan air hangat, bukan di ketiak or jidat doang. juga BUKAN dengan AIR ES: itu salah kaprah)….., kompres juga bisa dengan memandikan yaitu mengajak anak berendam anak di bathup/ember air hangat suhu 30 - 31 deg. jika anak rewel boleh diberikan paracetamol (JANGAN BURU2 OBAT, kalo anak gak rewel…gak perlu)

> 40 : perbanyak cairan, kompres/mandi rendam air hangat, paracetamol

obat penurun panas yang paling sedikit efek sampingnya bagi anak2
adalah PARACETAMOL (lihat kandungan obatnya, kalo gw pake TEMPRA). itupun masih ada efek samping kerusakan hati, makanya jangan buru2 cekokin obat melulu jika anak demam, masih ada cara lain (perbanyak cairan dan kompres). jangan pula memberikan 2 obat penurun panas secara selang seling supaya cepat turun.., itu sangat berbahaya karena obat2 itu saling bereaksi.

ingat, fungsi obat penurun panas bukan untuk menormalkan suhu tubuh, melainkan untuk sedikit menurunkan suhu tubuh dan menaikkan ambang rasa sakit/mengurangi nyeri supaya anak sedikit merasa lebih nyaman.

panduan ciri khas/gejala penyakit jika anak demam
Demam Berdarah Dengue (DBD)
> siklus pelana kuda. 3 hari pertama suhu tinggi (40) dan hanya turun
sedikit jika diberi obat penurun panas. hari ke 4-5 suhu turun ke 37
anak sangat teler, KO dan lemas…, kadang disertai rasa mual,
muntah, sakit/nyeri di belakang mata, nyeri otot, bisa terjadi
pendarahan (mimisan, bintik2 pada lidah or lengan).
ini fase kritis…, perlu konsul dokter atau jika parah penanganan
RS. hari ke 6 - 7 anak kembali suhu tinggi (40)…, baru kemudian
normal. itu siklus DBD (Demam Berdarah Dengue).yang utama adalah cairan, cairan dan cairan. karena DBD berasal dari virus dengue…, bukan bakteri. maka bukan ANTIBIOTIK yang harus diminum. tapi cairan sebanyak2nya. cara menentukan DBD bukan hanya
dari penurunan trombosit (karena kadarnya pasti turun jika terjadi
infeksi). DBD bisa dilihat dari kadar hematokrit yang meningkat
berdasarkan pemeriksaan lab (20 - 40%).

Thypus
> sangat jarang terjadi pada anak dibawah 5 tahun, karena makanan
masih table food, apalagi jika anak sudah mendapat imunisasi thypoid.gejala khasnya: demam sedang (tidak langsung tinggi) muncul pada  malam hari, kemudian demam muncul juga siang hari dan kemudian menjadi sepanjang hari. kita curiga thypus jika demam sudah lebih dari 7 hari. demamnya pun makin lama makin tinggi. anaknya pun lemasbanget, kadang2 disertai diare atau malah konstipasi.

Malaria
> demam tinggi hingga anak menggigil, lalu menetap dan turun lagi.
demamnya on and off, maksudnya bisa hari pertama demam…, hari kedua tidak, hari ketiga demam lagi.

Infeksi Saluran Kencing (ISK) ada juga Silent ISK
> demam tanpa batpil, sering mengeluh sakit saat berkemih, mengeluh sakit jika ditekan di bawah perut dan kencingnya sedikit n keruh.

yang utama yang harus kita lakukan pada saat anak demam adalah:

1. tenang jangan panik (jujur gw sempat panik waktu belle demam
40…, soalnya gak pernah demam bow sejak lahir…, baru kali ini
berkesempatan menerapkan ilmu2 yang selama ini dikoar2kan)

2. perbanyak cairan (INI YANG UTAMA), jangan paksa makan kalo gak mau, perbanyak istirahat

3. observasi tingkah laku si kecil (kalo anak agak lemas itu wajar
namanya juga lagi sakit/gak enak badan. yang dikhawatirkan kalo udah teler banget, tidak mampu bangun, atau tidur terus menerus >>>
waspadai kemungkinan dehidrasi).

4. bikin catatan anak berapa kali pipis, suhu badan ukur berkala,
berapa kali minum obat, apa aja yang dimakan, berapa banyak cairan
masuk. ini jadi pegangan untuk konsul ke dokter jika demam sudah
lebih dari 72 jam (pemeriksaan lab dibawah 72 jam tidak akan
menghasilkan apapun, belum keliatan)

5. jika setelah 72 jam (bukan 3 hari lowh, tapi 72 jam).., belum
keluar batpil dan anak keliatan tidak nyaman, suhu masih tinggi…,
konsul ke dokter. mungkin diperlukan test kencing maupun darah untuk mengetahui kemungkinan2 penyakit.

sebagai tambahan info, gw sangat puas atas bantuan markas sehat
(klinik YOP - milis sehat asuhan bunda wati). dokter anto dan dokert
ian menjawab pertanyaanku bukan seperti dokter pada umumnya yang menjawab pendek2. dr. anto mengajak diskusi dan menjelaskan dengan detail gejala2 penyakit diatas.

baru kali ini Rp. 70,000 (+ 15,000 untuk pendaftaran) yang aku bayar
ke jasa dokter, benar2 worth it…, berasa dapat durian runtuh yaitu
pelajaran 1/2 jam yang sangat sangat berharga.

buat moms yang butuh info markas sehat, ini dia:
markas sehat (klinik YOP)
kompleks PWR no. 60.
jl. taman margasatwa
pasar minggu, jaksel

Telpon: 712 84653
jadwal praktek dokter: senin - sabtu jam 4 - 8 malam. minggu jam 9 -
12 dengan perjanjian.
biaya konsul Rp. 70,000 dan biaya pendaftaran Rp. 15,000

semoga info ini bermanfaat. lets be smarter dan wiser moms to our
beloved children.

PS:
mbak lita, kalo ada yang salah/kurang tolong ditambahin or dikoreksi
yah?

Love.
Gerda, proud mom to Christabelle

— In sehat@yahoogroups.com, "christabelle_amadea"
<christabelle_amadea@…> wrote:

anak saya, christabelle (3th, 3bl). minggu (6/1) lalu mendadak demam tinggi tengah malam hingga mencapai suhu 40 deg. anaknya tidak bisa tidur dan gelisah.., saya kompres air hangat dan meminumkan tempra syrup. hingga jam 8 pagi, suhunya manteng di 40.

jujur, saya agak panik karena sejak lahir belle belum pernah demam
setinggi ini (padahal di kepala udah berusaha sugesti demam tinggi
bukan serta merta penyakitnya parah). sekalinya belle demam dia hanya pernah demam hingga 38.8 selama 5 malam (hanya demam di malam hari) pada natalan desember lalu. saat itu setelah 5 hari (lewat dari 72 jam) belle masih terus demam, meskipun saya yakin hanya common colds karena batuk pileknya langsung keluar di hari kedua, saya membawa belle konsul ke dr. anto di markas sehat (hai dok, makasih banget untuk penjelasannya yang panjang lebar !!). batpilnya sembuh seminggu kemudian dengan terapi sehat (minum minum dan minum).

kembali ke minggu lalu.
setelah konsul dengan dr. ian by phone (makasih dok)…., saya
memberikan tempra forte karena belle memang sudah 23 kg (tingginya 108 cm). siangnya panasnya turun ke 39.5. seharian masih rewel, tidak mau makan…tapi tetap mau minum dan saya banyakin istirahat n minum segala yang bisa diminum. dalam hati sejujurnya udah pengen cepat2 lari ke markas. saya sangat trauma dengan DB karena suami saya pernah DB 2 tahun lalu.., dan daerah rumah saya langganan DB tertinggi di jakpus (johar baru).

saya tahu percuma juga ke dokter karena belum 72 jam untuk bisa
melakukan test lab. thanks to dr. ian yang menenangkan saya. ternyata berlaku tenang n rasional menghadapi anak sakit itu tidak semudah yang saya sarankan ke teman2 di milis saya selama ini, padahal saya dan teman2 lainnya yang juga member sehat di milis itu sangat rajin   RUD dan be rational n don’t panic menghadapi anak
sakit. mungkin karena ini pertama belle ’sakit’. selama ini cuma
pernah batpil 2 - 3 x setahun.

kembali ke topik (maaf melantur).

hari pertama: demam 40 deg, rewel, lemas, tapi mau minum, tidak mau makan (hanya 2 sendok makan). terapi: tempra forte 2x, kompres air hangat dengan rendam suhu 31 deg 2 x sehari.

hari kedua: suhu manteng di 39 - 39,5 deg, masih rewel, minum sangat banyak (belle takut diopname.., hehehe), makanan sedikit. terapi: tempra 2x, rendam air hangat 2x, minum sebanyak2nya, dan tidur yang banyak.

catatan: batuk pilek yang saya tunggu2 tidak keluar juga (baru kali
ini segitu kangennya dengan batpil). ini membuat saya was was anak
saya beneran kena DB.

hari ketiga : suhu 38, mulai ceria, minum banyak, makan sedikit,
belum batuk pilek. hidungnya keliatan ada bekas darah, sepertinya
mimisan ringan tanpa disadari.
terapi: rendam air hangat 2x, tempra tidak lagi.

hari keempat : suhu 37, mata masih sayu, tangan masih hangat, minum n istirahat banyak, sudah mau main. kembali terlihat ada sedikit darah di hidungnya, namun tidak jadi mimisan setelah dijepit hidungnya.

hari kelima : suhu 37, behaviour sudah kembali normal. namun kali ini belle mimisan cukup lama. memang susah banget membuat anak umur 3 tahun diam duduk menunduk saat kita menjepit hidungnya untuk menghentikan pendarahan. sempat berhenti, keluar lagi, karena tidak benar2 dijepit. akhirnya disumpal dengan kain kasa dan berhenti sorenya (dari jam 10 pagi).

besoknya, batuk ringan dan biasanya hanya batuk saat mau tidur, dan
muntah ngeluarin reaknya. hingga hari ini semuanya back to normal.

Regards,

Gerda Silalahi, proud mom to christabelle (3th, 3bl)

Kunjungan kasih LM ke Panti Asuhan Abigail

Filed under: Uncategorized — lovingmoms at 5:11 pm on Sunday, February 17, 2008

Dear all,

"Tuhan menjawab doa kami untuk meja makan yang sangat kami butuhkan. Kami telah berdoa setiap hari selama 2 tahun penuh tanpa henti, dan hari ini doa itu telah dijawab. Bahkan lebih dari apa yang berani kami impikan. Bahkan kamar mandi yang rusak telah diperbaiki semuanya. Terimakasih Tuhan."

Demikian kalimat Ibu Anna, pengurus Panti Abigail pada saat memberikan sambutannya di acara Kunjungan Kasih LM ke Panti Asuhan Abigail hari Sabtu, 17 Des 2007. Kalimat yang tidak akan pernah kulupakan, yang sangat menguatkan keyakinanku bahwa LM telah menyumbangkan sedikit manfaat positif bagi orang yang membutuhkan, dan kedepannya kita bisa berbuat lebih banyak lagi. Amin.

Acara dimulai mundur satu jam karena butuh perjuangan mencapai lokasi Panti sebab disana sini macet. Setelah mobil2 dipenuhi muatan yang penuh dengan sumbangan Panti: rombongan Gerda, Nia, Yannie dan Elis terjebak macet di Cirendeu hingga akhirnya memutuskan putar haluan lewat BSD.
Satyo bahkan memutuskan pulang setelah terjebak lebih dari satu jam karena masih mengejar acara keluarga jam 6 sore. Sementara itu, Tania, Yuno, Anna, Nuniek, Rika dan Fetty sudah tiba di Panti dan meminta MC dan Sulap mengisi acara hingga rombongan lain tiba. Segera setelah kami  disusul oleh Dera dan Widia.., acara pun dimulai pukul 16.00.

Anak2 Panti sudah duduk rapi dengan pakaian serba merah, sama seperti LM dan anak2nya…., sejauh mata memandang semuanya merah dan ceria:) Acara dimulai oleh Ibu Anna dengan nyanyian selamat datang ke LM…, kemudian lagu ceria yang mengajak anak2 Panti berkenalan dengan moms LM. Dan beberapa lagu2 riang lainnya untuk menghangatkan suasana. Ibu Anna kemudian memberikan renungan singkat tentang makna Natal dengan selingan
games berhadiah tentang renungan tersebut.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari LM…, aku menggantikan tugas Mom Lia sang Ibu Ketua Acara yang sangat berat & terpaksa tidak bisa ikut karena kerjaan kantor yang sangat vital…, Lia ‘hadir’ di Panti digantikan oleh Mas Adi, suami Lia dan adik Lia. Aku menjelaskan sedikit background LM dan mengenalkan LMers n Kiddies yang hadir. Kemudian dilanjutkan oleh Mom Elis sebagai bendahara yang membacakan sumbangan2 yang masuk baik cash dan non cash.

Ibu Anna mewakili pengurus dan anak2 Panti menyampaikan terimakasih yang sebesar2nya kepada segenap member dan keluarga LM atas semua sumbangan, kehadiran dan perhatian yang diberikan. Mereka mendoakan berkat melimpah bagi mom dan keluarga, demikian juga sahabat2 LM yang telah memberikan sumbangan.

Ibu Anna dan Ibu Mini (keduanya adalah pengurus aktif Abigail dan
pendeta) berkali2 menghapus airmata haru dan bahagia yang tidak bisa dibendung ketika satu demi satu barang impian dan hampir tidak berani dimimpikan dibacakan oleh Elis menjadi milik Abigail.

Ibu Anna sungguh terharu atas kebaikan & kemurahan hati LM dan Sahabat LM.., karena kita datang tanpa diduga dan berasal dari suku, agama yang berbeda namun bisa bersatu hati memberikan sedikit perhatian dan kebahagiaan bagi mereka.

Acara kemudian dilanjutkan pertunjukan sulap sambil menikmati snack yang dibawa moms LM.

Sebagai ungkapan terimakasih, anak2 remaja Abigail mempersembahkan sebuah lagu pujian Natal kepada LM melalui paduan suara yang baru saja dibentuk dan ini merupakan penampilan perdana. Suara anak2 itu bening dan merdu sekali.

10 Hadiah games dari LM dipakai oleh Ibu Anna untuk menghangatkan
suasana dengan melontarkan pertanyaan2 seputar LM. Bahkan ada lomba joget anak2 Panti yang paling seru dapat hadiah dengan juri Mom Dera dan Mom Yannie. Tidak ketinggalan ikut berjoget Moms2 & anak2 LM berbaur dengan anak2 Panti. Sungguh suatu kebersamaan yang indah.

Acara berikutnya adalah pembagian gudibeg. Belle, Rui, Deven, Cello, Vida, Nadine dan anak2 LM lainnya memberikan gudibeg kepada anak2 Panti yang menerimanya dengan antusias & gembira. Mom Tania menyerahkan bingkisan Natal dan THR kepada pengurus yang diwakili IBu Anna, Ibu Mini dan Oma yang selalu tersenyum. Mom Elis menyerahkan dana cash dari LM untuk membantu operasional Panti.

Acara ditutup dengan doa penutup dan ucapan syukur dari IBu Mini.
Sepanjang doa yang sangat menyentuh itu…, yang sangat menggambarkan hati yang penuh syukur dari Panti ASuhan…, aku mendengar isakan haru dan bahagia …. ketika membuka mata, aku melihat anak2 remaja Panti dan pengurusnya dan beberapa moms LM yang menitikkan air mata haru dan bahagia. Siapa yang tidak terharu melihat Rahel kecil umur 2 tahun sendirian di Panti menjelang Natal?? Siapa yang tidak terharu melihat Samuel kecil yang berumur 1,5 tahun harus merayakan Natal di Panti tanpa orangtuanya?? Siapa yang tidak terharu melihat Michael Lawrence yang menghampiriku ke mobil untuk bilang terimakasih tante…, dengan logat papuanya??

Pada saat acara bersalaman n photo bersama…, anak2 yang kecil dan
remaja Panti berkali2 mengucapkan terimakasih sambil kerepotan membawa gudibegnya. Terutama Ibu Anna dan Ibu Mini yang memeluk moms LM dengan sangat erat.

UCAPAN TERIMA KASIH :

Thanks buat semua panitia yang sudah memberikan hati, pikiran, waktu dan tenaganya untuk acara ini. Lia, Elis, Anna, Widia, Nia, Tania, Fetty, Dera, Dewi, Yuno, Anggie, Rina, Rika, Puti, Arie, Satyo, Anggie, Arleen, Sella, Nuniek, Yannie, Mel, dll dll yang tidak bisa dituliskan satu persatu. Terimakasih untuk cinta kasihnya kepada anak2 terbuang di Panti Asuhan Abigail.

Thanks buat Moms & Fam. baik non or anggota Milis LM di Indonesia atau di Luar negeri dimana saja berada yang telah menyumbang waktu, tenaga dan sumbangan dana cash/non cash.

Special thanks buat Elis yang merelakan begitu banyak waktu, pikiran dan tenaganya untuk mencari dana, berbenja kesana kemari, menampung sumbangan di rumahnya, dan menyiapkan segala sesuatunya untuk acara ini. God Bless You sis !!

Satu lagi…, tidak tertahankan jika tidak kutuliskan. Mau sampaikan
terimakasih dan penghargaan yang setinggi2nya atas toleransi & tenggang rasa beragama yang tinggi yang kita semua jalankan di milis ini. Semoga kedepannya kita bisa terus bergandengan tangan dan bersatu hati untuk terus membagikan cinta kasih kepada sesama kita yang membutuhkan tanpa membedakan agama, suku, ras maupun golongan.

With love.., always

Gerda mewakili Panitia

PS : LM = Loving Mom (Loving Mom Club)

Loving mom Club’s - Events…

Filed under: Uncategorized — lovingmoms at 4:22 pm on Sunday, February 17, 2008

Dear all..,
Dari kemarin mau nulis cerita tentang acara ultah LM sabtu kemarin…., saking banyaknya yang mau diceritain mpe bingung mau mulai dari mana.
Mudah2an tulisan ini cukup mewakili n menggambarkan suasana yang terjadi.

@ Rumah Autis YCKK

Seperti yang dijadwalkan …., rombongan LM (G, Fetty, Dera, Ellis, Nia, Farah, Yuno, Tania, Arie, Dewi) tiba di rumah Autis YCKK pukul 13.30. Telah menunggu dengan penuh harap, anak2 autis dan orangtuanya sekitar 50 orang yang baru saja mengikuti pesantren kilat. Pak Deka dkk sudah menyiapkan sound system untuk acara baksos LM (13.30) dan umum (16.00).
Dengan penuh semangat LMers n Kids ikut membantu proses un-loading barang2 sumbangan yang gak habis2 dari mobil Dera, Ellis, dll. Setelah semuanya sudah diturunkan dan banner LM sudah terpasang dengan manis, acara pun dimulai. Meskipun listrik tiba2 mati.., acara tetap berjalan dengan lancar tanpa microphone. Hanya saja kita tidak jadi menonton film yang bercerita tentang perjalanan rumah autis.

Diawali dengan sambutan selamat datang dari Ustad Deka yang ternyata masih muda (mid 30). Beliau berkali2 mengatakan kita (LovingMoms) bagaikan malaikat yang tak terduga datang dari langit untuk membantu n memberi perhatian bagi mereka.., anak2 autis yang sering dikucilkan itu. Berkali2 Pak Deka menahan haru.., menyatakan baru ini pertama kali bagi mereka menerima sumbangan begitu banyaknya.., tak terduga.. tak terbayangkan. Sampe Pak Deka bilang: Siapakah kami ini (YCKK), sehingga terpilih n pantas menerima perhatian dan sumbangan yang begitu besar dari LovingMoms.

Kemudian gw memperkenalkan siapa LovingMoms yang diwakili oleh 10 Moms yang hadir disana. Kalo kita adalah kumpulan ibu2 yang bersahabat lewat milis.  Dan kita mengadakan acara sosial seperti itu sebagai bagian dari komitmen kita membagi cinta lewat milis. Ini merupakan ultah kedua.., namun merupakan acara kesekian kalinya bagi LM Peduli. Gw memperkenalkan satu demi satu Moms n Kids yang hadir disana. Disambung oleh Dewi mom Icha yang menjelaskan detail sumbangan yang berhasil dikumpulkan dari LM. Setiap kali Dewi membacakan barang apa saja yang kita sumbang, Pak Deka, Mbak Sari dan terapis2 lainnya mengucapkan syukur alhamdulillah sambil menahan haru.

Kemudian seorang anak laki2 berusia 11 tahun (maaf lupa namanya)
mempersembahkan sebuah puisi bagi LovingMoms. Dengan susah payah dia mencoba konsentrasi membaca n menyelesaikan puisi itu. Sekali2 dibantu oleh terapisnya.

Setelah itu, Sarah 11 tahun anak tunggal dari Mbak Sari yang jadi PIC bagi kita berdiri untuk mengucapkan selamat ulang tahun bagi LovingMoms. Dengan muka riang dan innocent : Sarah berkata : Hepi Betdei LovingNul !! Berkali2 dia mencoba melafalkan LovingMoms.., tetap saja keluarnya begitu. Satu persatu LMers mulai menahan airmata haru melihat Sarah.

Pak Deka menjelaskan kalo Sarah menjadi anak tunggal dari single Parent.., dimana Mbak Sari dan almarhum ayah Sarah telah melakukan perjuangan panjang dalam memberikan kesembuhan bagi Sarah hingga akhirnya harta pun ikut dikorbankan hingga almarhum dipanggil menghadap yang maha kuasa. Pak Deka menjelaskan dengan haru: mungkin hal seperti itu sangat biasa bagi kita orang normal. Tapi bagi Ibunda Sarah: Mbak Sari itu hal yang luar biasa..,
bahwa Sarah berani bicara di depan umum.., dan sanggup mengucapkan kata2 sulit seperti itu. Saat itu.., air mata haru tak tertahan membanjiri wajah2 moms dari LM dan para orangtua anak2 autis disana.

Sedianya Hamzah, 8 tahun akan mendampingi ibunya untuk membacakan puisi tentang perjuangan seorang ibu. Namun tiba2 Hamzah yang hanya memiliki penglihatan 30 % mengamuk. Dia mulai tantrum.., berloncat2 n mengeluarkan suara2 aneh. Dia meloncat2 bak kodok kesana kemari. Sempat dia ngamuk minta
dibukain gudibeg yang kita bawakan. Akhirnya dia ditenangkan oleh
terapisnya. Ibu Hamzah membacakan puisi dengan tenang.., dia sangat tegar dan cukup percaya diri.

Selain Hamzah, ada beberapa anak autis lainnya mulai tidak nyaman..,mungkin karena panas dan mulai bosan. Beberapa anak mulai tidak tenang..,tapi berkat bantuan orangtua masing2.., mereka bisa bertahan hingga akhir acara (kita mendapat waktu 1 jam).

Ustad Deka mempersembahkan pembacaan monolog singkat: jeritan hati seorang ibu.., seorang working moms yang sangat sukses. Judulnya: MANDIKAN AKU IBU.
Singkat kata…, ibunda Alif adalah working mom yang sangat sukses..,
demikian juga suaminya. Mereka sibuk dengan kerjaan, urusan Alif yang pintar n manis hanya dipercayakan lewat telpon ke nanny n pembantunya. Suatu hari Alif meminta dengan sangat dimandikan oleh ibunya. Si ibu marah dan menolak karena banyak janji. Penyesalan selalu datang terlambat.., sore harinya si ibu harus menerima kenyataan kalo Alif sudah meninggal karena
demam tinggi. Kesadaran datang pada saat dengan lirih dia menangis terisak2 memandikan jenazah Alif. Dan ketegaran itu ambruk ketika ibunda Alif menubruk pusara Alif yang telah terbaring diam dan tidak pernah meminta dimandikan lagi.

Terimakasih untuk renungan yang disampaikan Pak Deka.., semoga bermanfaat bagi LovingMoms. Buatku secara pribadi.., itu suara Tuhan yang mengingatkan supaya aku selalu memberikan waktu, perhatian, cinta dan semua yang terbaik selama masih bisa kepada Bella, Papi Belle.., keluarga dan teman2ku. Amin.

Setelah itu masuk ke acara penyerahan sumbangan. Nia memandu acara ini. Keishia, Fara, Belle, Rui anak2 LM memberikan gudibeg kepada Sarah dan satu anak laki2 mewakili anak2 autis. Sarah sangat senang mendapat tas dan bingkisan.., dia mencium Belle dengan gemasnya :) Fetty secara simbolis menyerahkan bingkisan bagi para terapis. Thanks to Dewi yang menyiapkan paket tsb. Para terapis itu merupakan pejuang2 kemanusiaan yang hampir tidak pernah diberikan penghargaan.
Tania secara simbolis menyerahkan gitar dan alat2 musik untuk
dipergunakan sebagai alat terapi bagi anak2 autis. Pak Deka
menerimanya dengan senang hati n muka berseri2.
Dewi secara simbolis menyerahkan amplop kepada Mbak Sari sebagai
bantuan dana alakadarnya untuk operasional Rumah Autis.
Arie menyerahkan secara simbolis amplop ‘tambahan THR’ bagi para
terapis yang berjumlah 12 orang.

Acara ditutup dengan ‘tour’ di dalam rumah autis dan ditutup dengan
foto bersama LovingMoms dengan anak2 autis dan pengurus rumah Autis.

@ Putt2 Golf

Acara yang semula dijadwalkan dimulai pada pukul 17.00 (diawali 1 jam acara bebas di putt2 golf) molor hingga buka puasa dimulai karena menunggu semua yang confirm hadir di tempat. Sambil menunggu yang berpuasa menunaikan ibadah sholat magrib.., sambil menikmati hidangan berbuka…, Dera Nia mulai me’nanggep’ anak2 LMers berkeliling membuat lingkaran sambil bernyanyi.

Satu persatu anak2 dapat giliran bernyanyi. Dimulai dari Bang
Matthew.., Kayla…, Duet Keishia & Bella.., Cello.., Mayla, Fakhri,
Mayla, Najwa, dll dll. Satu persatu nyanyi dan tentu saja dapat
hadiah dari Tante Dera Nia.

Jam 18.30 acara tiup lilin dimulai. Dimulai dengan tiup lilin Belle &
Fakhri. Sambil berkeringat mpe hampir basah kuyup.., mom Belle n
Fakhri semangatin Belle n Fakhri supaya nyanyi bareng. Belle n Fakhri
niup lilinnya barengan. Hip hip huraiiii…, semoga Fakhri dan Belle
sehat selalu, tambah pintar, disayang teman2, mama papa terutama
dilindungi Tuhan…, n bersahabat terus mpe dewasa kelak yah?? Kaya
mami Belle n bunda Fakhri. Amin.

Acara masuk ke acara puncaknya: Perayaan 2nd Anniversary LovingMoms.
Sementara gw sibuk manggil staff Putt2 supaya ngeluarin Cake LM..,
moms2 yang lain udah pada gaya diphoto bareng di depan backdrop n
banner.., dasar banci kamera :) No wonder gw ngeliat di kameraku.., mulutku monyong sana sini.., sementara yang lain udah manis2 banget. Hahaha. Padahal gw gak sadar ternyata ada persiapan lain yang sedang berjalan di belakang itu :p

Acara dimulai dengan photo bareng didepan kue LM yang bagusss banget (thanks yah De). Selain dari yang 10 moms yang udah ikut di acara YCKK.., ada Yannie mom Matt n Jase, Tiesmin mom Marvel, Rina mom Alyssa, Evi mom Devin, Shinta mom Rafi & Azka, Yuli mom Zidan, Lia mom Gerrard, Widia mom Timmy, Rika mom Nadine, Puti mom Mayla & Abim. Maya mom Abi sudah confirm mendadak tidak bisa datang karena Abi sedang sakit.

Surprise Party to Gerda

Selesai tiup lilin LM.., dengan polosnya gw menjawab pertanyaan Dera bagaimana sejarah singkat LM dibentuk dan kemudian suka duka apa yang gw rasakan selama mengasuh milis. Gw jawab: LM gw bentuk 2 tahun lalu, pas ultah pertama Belle. Berawal dari sering curhat di Ayahbunda Online FORUM (bukan milisnya loh yah)…, ama Nia, Nizma, Yuno, Lia, dll dll. Itu member yang gw ingat sudah ada sejak awal2 LM berdiri. Trus LM pernah kena virus.., tapi kembali lagi exist dalam hitungan hari.., karena gw bikin baru n langsung invite semua member dengan database yang ada di gw. Dalam 2 tahun exist, LM mengalami masa naik turun, pro kontra, dll dll selayaknya milis2 lain. Apalagi ini milis tanpa peraturan macam2. Hanya satu: mari kita belajar n saling berbagi cinta disini. Duka mengurus milis tentu ada.., tapi masih gak seberapa dibandingkan dengan pertemanan yang lahir dari milis.

Nah…, abis itu mulailah detik2 yang menegangkan n penuh surprise.
Tiba2 Dera suruh gw tetap diam disitu n gak gerak.., padahal gw udah mau ambil handuk saking keringatan banget :)

Gak disangka2 berkumandanglah lagu "That’s What Friend are For" yang dinyanyikan bareng2 semua moms yang hadir. Wuaaaa….., gw udah terharu banget.., air mata haru sudah mulai menetes bagai gerimis (hujan lebatnya nanti). Lagu itu indah n meaningful banget.., rasanya mengobati semua luka yang pernah bersemayam di hatiku ketika gw berusaha merangkul semua member untuk tetap satu dalam cinta. Dari lagu itu, gw sadar bahwa gw gak sendiri ngurus n mencintai milis.., gw punya banyak teman yang siapkan menawarkan shoulder to cry on :) yang sama2 susah senang demi milis ini.., yang sama2 menaruh milis ini di hatinya.

Baru aja bisa narik nafas karena selama lagu cuma bisa nahan
nafas…, tiba2 Lia datang dengan karikatur gw dan Belle :) Gw
digambarkan sebagai Superwoman berdada besar n seksi (gak gw
banget.., itu dulu waktu masih menyusui.., hahaha). Sedang memegang Toa dengan ikat tangan di sebelah kiri bak seorang aktivis pro-dem di Myanmar. Di sebelah kanan.., ada seorang anak kecil yang endut n keriting bergelayutan di lengan kananku. Di belakang ada logo LM..,  dan dibawah ada tagline LM: Let’s Share Our Love With Everyone. Mel…, bibirnya gak nahan !! Angeline Jolie abis.., hahaha. Rambutnya itu lowh !! Itu kira2 gambaran rambutku kalo bangun tidur gak sisiran :p Gw surprise banget terima karikatur ini. I thought itu udah klimaksnya. Tapi apa yang terjadi??

Tiba2 Anggie menyodorkan Scraptbook dengan foto gw dalam pose Santa Claus di cover depan. Tertulis: TO GERDA, FROM LOVINGMOMS. Didalamnya terkumpul sekumpulan testimoni dari moms di LM.., lengkap dengan foto2 perjalanan kopdar, LM Peduli selama 2 tahun ini. Yangt bikin luar biasa, Anggie menyiapkan Scraptbook ini dengan handmade.., semuanya begitu unik dengan pernak pernik lucu n meaningful disana sini.

Gw mpe gak bisa tidur semalaman, bolak balik baca testi di buku itu.
Terharu banget.., bolak balik nangis bombay. Terutama ketika membaca testimoni Nia.., my dear soulmate. Yang menggambarkan perjuangan yang kami alami selama mengurus LM. Sampe detik ini, gw tetap mengeluarkan airmata tiap baca testi itu, ingat semua kesakitan yang pernah Nia tanggung demi gw n LM. Makasih yah sis.

Testimoni yang ada disana, membuatku sering bertanya pada diri
sendiri. Apa benar gw udah sebaik yang mereka tuliskan?? Atau mereka cuma bikin gw senang?? Biarlah waktu yang menjawab.., gw hanya bisa berdoa supaya gw tetap bisa menjadi teman terbaik buat semua teman2ku.., memberikan n menyebarkan cinta selama gw bisa.

Setelah terima scarptbook itu, gw udah mau buru2 mau pulang. Pengen cepat2 cerita n kasih lihat buku n ceritain surprise party itu ke Noldy…, secara dia selama ini juga ikut ‘berjuang n membesarkan’
milis dengan mendengarkan keluh kesahku.., menenangkan gw ketika
mulai emosi. Ikut senang ketika gw cerita ada member yang merasa LM sangat bermanfaat, dll dll.

Ternyata oh ternyata masih ada surprise puncak !!

Puncaknya adalah ketika tiba2 Dera n Nia minta gw berjanji jangan
mutihin (mengganti warna) pemberian yang satu ini. Gw udah jawab
bercanda: apaan nih.., kok perasaanku gak enak. Suerrr…, gw sama
sekali have no idea. Begitu disodorkan kotaknya gw belum ngeh isinya apa *dasar oon* Baru begitu dibuka, gw mpe teriak histeris ke
Tania.., karena itu kalung emas dengan liontin bentuk love yang lucu
n manis banget yang sama2 gw n Tania suka. Waktu Dera Nia Arie Fetty Tania ngajak gw ke Amba abis hunting barang YCKK di Asemka.., gw gak ngeh apapun. Dera cuma minta gw bantu tolong pilihin kalung yang sesuai untuk Meli kakak iparnya yang kebetulan juga temenan ama gw.
Gw cuma kasih saran.., dan sempat tertarik ama bentuk bandul love
yang akhirnya dipilih Dera untuk kakak iparnya. Bukan soal nilainya
yang bikin gw terharu.., tapi gw merasa terhormat banget ada teman2 yang mau patungan demi membelikan kalung mas buatku padahal siapa sih gw?? Kalung mas itu philosophy.nya tinggi kan?? Emas selalu abadi, lambang kemurnian, lambang kekayaan, letak kalungnya selalu di dada, di depan hati. Pemberian yang sangat berharga n meaningful banget buatku.

Hadoooohhhhh…, gak terlukiskan kata2 untuk menggambarkan suasana hatiku. Campur aduk, senang, happy, terharu, kaget, malu, dll dll. Begitu dikasih mic mau ngomong thank you.., gw gak bisa berkata2. Cuma bisa nangis sesunggukan.., gak tahan rasanya mau meledak (benar dew.., itu kata yang tepat)…, Gw gak bisa mikir n milih kata2 lagi (biasanya banci microphone). Gak tahu mau ngomong apa.., cuma bisa berkali2 bilang makasih makasih makasih. Sambil terus nangis sesunggukan, gak kebanyang jeleknya muka gw nangis2 begitu di depan kamera, hahaha. Belle ikut2an nangis karena gw nangis terus.., Keishia nya Dera dan Kayla nya Nia ikutan sedih n bengong ngeliatin gw nangis.

Akhirnya begitu bisa menguasai diri dengan berkali2 menarik nafas
panjang karena udah susah banget nafas apalagi ngomong (benar wid.., gw mpe ngap2 an). Kata2 pertama yang gw pilih setelah makasih makasih makasih. Adalah Its really touching *halah kok jadi sok inggris gini sih?? hehehe* Pokoknya speech gw berantakan deh.., ancur total saking gw gak prepared, gak nyangka n benar2 terharu, senang n bahagia banget.

Gw mau ucapin Terimakasih yang sebesar2nya buat semua moms yang udah partisipasi bikin surprise party buat ku. Bagi yang tidak bisa
datang…, semoga tulisan ini cukup mewakili. Gw gak bisa lagi
memilih kata yang lebih baik. Selain makasih makasih makasih banget. Gw sangat menghargai, gw sangat senang, terharu dan bangga menerima semua kejutan itu. Terimakasih yang tak terhingga.

Semoga kedepannya persahabatan kita tetap terjaga dan bertambah kuat. Karena seperti yang tertulis di kartu.., our relationship is beyond friendship.., We have become sister. I love you all my dear sister !

Special thanks buat sahabat2 terbaikku.., yang kuduga adalah motor
suprise party ini: Nia…, Dera…, Tania.., Fetty…Anggie…Arie…., Dewi.  Loe semua emang gila ! Bisa2nya bikin acara begitu bagusnya.., begitu rapihnya mpe gw gak tahu ada skenario
lain berjalan di belakang persiapan acara ultah LM. Loe berhasil
membuatku menangis bombay semalaman. Rasanya pengen marah gw bisa mpe gak tahu. Ya Tuhan….., makasih banget yang Tuhan gw dikasih teman2 kaya kalian. Siapa sih gw bisa dianugerahi teman2 sebaik kalian??

Sekali lagi moms…, thank you banget yah?? Satu hal, selama ngurus
milis…., tak pernah gw duga akan dapat apresiasi setinggi itu..,
karena berteman dengan kalian aja udah merupakan berkat luar biasa
buatku. Thank so much !!

Kita semua beruntung, karena dipertemukan dengan teman2 sesama member LM yang rupanya adalah moms2 yang hangat, penuh cinta, dan menjunjung tinggi persahabatan dan persaudaraan. Itulah yang membuat LM jadi seperti sekarang, karena kita semua saling sayang n membagi cinta melalui milis ini.

Posted by Gerda Silalahi

Loving Mom’s blog di Tahun 2008

Filed under: Uncategorized — lovingmoms at 3:56 pm on Sunday, February 17, 2008

Dear readerssss, momssss, friendsssss n fam….

Mohon maaf sebelumnya blog LM" LM = Loving Mom (Loving mom club) lumayan cukup lama tidak ter-updated, tetapi mulai sekarang di tahun yg baru - 2008 kami mencoba untuk lebih aktif untuk berbagi cerita, sharring masalah moms n kids (balita, batita), Info kesehatan, event2 tertentu, kunjungan kasih, aktivitas LM club etc etc….(pokoknya bakalan seru deh….)

So moms ditunggu ya partisipasinya…welcome lohhh saran dan ide2nya….(Japri ya moms)…

Oh ya, please jangan lupa isi commentnya ya di blog ini…Thx sebelumnya…

Tidak lupa kami mengucapkan Selamat Tahun Baru 2008 (Wish u All the best in year 2008) Beter late than never…….

Welcom 2 our LM millist….

Welcome 2 our LM Friendster…

Welcome 2 our LM Blog….

Love and Peace

"V" (Moeder van "Ruben en Myra")

GBU ALL

LovingMoms Perduli Rumah Autis YCKK

Filed under: Uncategorized — lovingmoms at 3:12 am on Friday, September 7, 2007

Anak-anak Special Needs @ Rumah Autis YCKK membutuhkan cinta kita

by Gerda Silalahi, proud mom to Christabelle Amadea

Ruangan_si_arie_mbak_sari_2Rabu (5/9) jam 2 siang, aku dan Arie tiba di Rumah Autis yang terletak di daerah Pondok Gede. Nia, Farah & Dera menyusul setengah jam kemudian. Kami diterima dengan ramah oleh Mbak Sari, berhubung Pak Deka sedang tidak ditempat. Mbak Sari adalah salah satu aktivis volunteer di Rumah Autis dan merupakan single parent dari Sarah, anak perempuan 11 tahun penyandang autis yang juga mendap at terapi dan bersekolah di YCKK.

Rumah Autis ini merupakan tempat terapi bagi 30 anak autis dari kalangan tidak mampu alias dhuafa. Diantara mereka, ada beberapa yang juga menyandang cacat fisik selain autis alias multi disablement seperti tuna rungu, tuna wicara, dll.

Latar Belakang

Cikal bakal Rumah Autis berasal dari keperdulian Ustad Deka Kurniawan, dua terapis anak autis di lembaga terapi autis dan dua orangtua anak penyandang autis alias special needs. Kelima orang inilah yang mempunyai cita-cita memberikan pembekalan hidup mandiri bagi anak2 penyandang autis yang berasal dari kalangan tidak mampu alias dhuafa.  Mereka prihatin dengan mahalnya biaya terapi dan pendidikan bagi anak autis, dimana hal ini tidak akan mampu dijangkau oleh orangtua penyandang autis kalangan bawah yang untuk sekadar makan sehari2 saja pun sudah kesulitan.

Ustad Deka dkk mulai mewujudkan rencana tersebut dari sebuah kamar di rumah Pak Deka untuk tempat terapi autis anak tidak mampu. Diawali dengan modal sebuah container berisi mainan sederhana sebagai alat peraga. Ketika peminatnya semakin banyak, Ustad Deka harus pindah dari rumahnya sendiri untuk memberikan tempat kepada anak2 terapi. Syukurlah, saat ini rumah autis sudah menempati sebuah rumah kontrakan sederhana yang disewa oleh European Union sebagai sumbangan kepada rumah autis selama 3 tahun.

Rumah Autis berbentuk rumah sederhana dengan 3 kamar, 1 dapur dan 1 kamar mandi. Ruang tamunya cukup luas dipenuhi dengan satu set permainan untuk merangsang kemampuan  Sensory Integracy (SI). Permainan SI ini merupakan sumbangan dari PT. LG pada ultahnya tahun lalu. Menurut Mbak Sari alat itu dipesan khusus langsung kepada pembuatnya Rp. 15 juta satu set. Sebelumnya LG menanyakan apa yang paling dibutuhkan anak2 di rumah autis, dan mereka meminta alat SI itu.  Permainan itu tdd puluhan matras, soft play perosotan, ayunan dan kolam bola, dan mini climbing wall. Semuanya diperlukan untuk terapi motorik dan konsentrasi anak2 special needs.

Visi dan Misi

Misi pendirian rumah autis adalah membantu anak2 autis dari kalangan tidak mampu untuk mendapat terapi yang murah, dan jika memungkinkan gratis samasekali.

Visinya adalah terapi yang diberikan akan membekali anak special needs supaya bisa mandiri dalam arti bisa mengurus diri sendiri, mengerti dan memahami konsep2 sederhana dalam hidup dan tidak selamanya bergantung kepada orang lain. Mereka tidak diarahkan untuk pintar secara akademis, karena bisa mandiri saja pun sudah merupakan tantangan dan perjuangan panjang.

Dalam jangka panjang, para aktivitis rumah autis memiliki cita2 mendirikan suatu center/pusat kegiatan bagi anak2 autis yang sudah beranjak dewasa. Dalam arti diciptakan suatu lingkungan yang akan menerima hasil karya dan memperkerjakan anak2 autis yang beranjak dewasa supaya mereka tidak terus menerus menjalani hidup tergantung kepada orang lain. Mereka bercita2 di center tersebut, akan ada kerajinan hasil karya anak autis yang dijual oleh anak2 itu sendiri dan uangnya untuk mereka sendiri juga. Intinya membuat mereka merasa berarti dan diakui karyanya dalam lingkungan yang menerima mereka apa adanya. Amin.., mudah2an cita2 mulia ini terwujud.

Ada 30 anak yang mengikuti terapi di rumah autis. 15 diantaranya tidak membayar semasekali karena memang tidak mampu. Dan 15 anak lagi membayar Rp. 40,000 per kunjungan. Rp. 40,000,- itu dipakai untuk: Rp. 10rb membayar terapis. Rp. 10rb membantu operasional. Rp. 10rb subsidi anak tidak mampu. Rp. 10rb untuk kegiatan2 bersama (biasanya tiap sabtu kegiatan sosialiasi bersama).  Bandingkan dengan terapi autis di luaran biasanya minimal ratusan ribu/visit.

Meskipun didirikan oleh seorang Ustad, Rumah Autis ini tidak hanya menampung anak2 beragama Muslim, tapi juga anak2 autis tidak mampu beragama non muslim.

Metode Terapi

Farel_light_autism_n_disleksia_1Setiap anak mendapat satu jam terapi dengan metode one by one dibimbing oleh satu terapis. Dalam satu jam itu, si terapis memperkenalkan berbagai konsep kepada anak dengan bantuan alat peraga, melalui permainan dan nyanyian maupun gerak. Dimulai dari konsep sangat sederhana seperti memperkenalkan anggota tubuh, fungsinya dll dll. Alat bantu yang dipakai antara lain flash cards (menggunakan metode glen doman).., aneka puzzle, boneka2, masak2an dll. Mirip seperti yang dilakukan seorang ibu kepada anak balitanya. Bedanya anak yang diterapi disana sudah berumur 3 – 12 tahun dan belum mengerti konsep.

Disamping itu, YCKK juga mempunyai sekolah full day untuk anak2 autis yang berlokasi tidak jauh dari rumah terapi ini. Sekolah itu dibuka hanya 3 kali seminggu karena keterbatasan biaya dan tenaga pengajar. Jam sekolahnya adalah full day alias jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Tenaga pengajar maupun terapis diperbolehkan mengajar di tempat lain 3 kali seminggu karena mereka dibayar sangat minim di rumah autis. Misalnya seorang bapak guru dari gunung putri, bogor digaji Rp. 200rb sebulan + Rp. 10,000 ongkos/datang + Rp. 5,000 uang makan/datang. Terapinya rata2 berlatar belakang pendidikan D3 dan mendapatkan on the job training untuk menangani anak autis.

Ada seorang dokter volunteer, namanya Dr Ira yang datang berkala (1 kali beberapa bulan) memeriksa kesehatan anak2 itu. Tapi mereka tidak diperiksa rutin dengan metode psikologi khusus anak autis karena ketiadaan biaya.

Selain itu YCKK juga baru sebulan ini membuka rumah autis untuk terapi anak2 autis tidak mampu di daerah Tangerang yang sama sekali belum mempunyai alat2 peraga dan permainan seperti yang sudah dimiliki sebagian di Pondok Gede.

Pendanaan

Anak2 autis disini datang dari kalangan menengah kebawah seperti anak dari orangtua yang berprofesi sebagai supir, tukang ojek dll. Kadang2 rumah autis bukan hanya membantu terapi anak2nya.., tapi juga uang kontrakan dan uang makan ikut dibantu, kalo anaknya sakit dibawa ke dokter, dll dll.

Yang menjadi masalah adalah pendanaan. Rumah autis ini belum mempunyai donatur tetap. Padahal biaya yang dibutuhkan operasional diantaranya membayar terapis, dll berkisar Rp. 6 juta sebulan.

5 dari anak autis itu merupakan anak asuh dari PT. DJARUM diberikan sumbangan tetap Rp. 100,000/anak/bulan untuk mendukung operasional rumah autis. Rumah Autis juga mendapat Rp. 300rb dari PT. Petro China tiap bulan. Meski demikian, tentu saja masih jauh dari kecukupan dananya.

Saat ini Pak Deka dkk juga sedang merintis system boarding / asrama bagi  anak2 autis di sekolah YCKK tersebut. Dengan boarding diharapkan anak2 itu bisa diterapi dengan lebih konsisten sepanjang hari untuk melatih mereka cepat mandiri dan mengejar ketinggalannya. Namun system asrama sangat mahal karena membutuhkan minimal Rp. 8 juta sebulan.

Peran LovingMoms

Adalah suatu keputusan yang sangat tepat jika kita, LovingMoms memberikan sumbangan dan perhatian kepada anak2 di rumah autis ini. Mereka sangat membutuhkan dana dan berbagai permainan untuk mendukung terapi mereka.

Alat_peraga_yang_persis_sama_dengan_main_1Permainan yang mereka butuhkan sangat sederhana. Jangan membayangkan alat peraga yang rumit, mahal dan susah ditemui dimanapun. Alat peraga mereka hanyalah flash card dan berbagai jenis kartu tebal bergambar aneka jenis buah, binatang, alat2 rumah tangga, profesi, dll. Ini untuk mengenal benda2 disekitarnya. Mereka juga memainkan puzzle seperti anak2 kita. Mereka juga memakai alat masak2an, boneka kecil, bola, buku dan crayon, dll dll. Pokoknya persis seperti permainan anak2 kita yang toddler.

Dana yang terkumpul nantinya bisa diberikan secara langsung maupun bertahap. LovingMoms bisa menjadi orangtua asuh kepada salah satu/beberapa anak didik di rumah autis ini. Dari dana yang terkumpul, kita bisa mengirimkan dana itu sekaligus, atau membelikan permainan dan alat peraga atau mengirimkannya secara berkala sebagai orangtua asuh setiap bulan/semester untuk membantu mereka mendapatkan terapi/sekolah.

Mbak Sari dan pak Deka akan mengirimkan profile 30 anak2 di rumah autis tersebut. Mereka juga akan mengirimkan proposal permohonan bantuan kepada LM.

Mengisi bulan Ramadhan ini, mereka akan menyelanggarakan pesantren kilat untuk mengajarkan anak2 itu kebiasaan di bulan ramadhan. Rencananya akan dilangsungkan pada akhir bulan September.

Dan secara kebetulan pada tanggal 29 – 30 September, di rumah autis akan diadakan acara bersama mengakhiri pesantren kilat tersebut sekaligus acara mengakhiri masa belajar sebelum lebaran. Kita diundang untuk datang menghadiri jika berkenan.

Ini menjadi suatu moment yang sangat tepat bagi kita, LovingMoms menyerahkan sumbangan kita kesana pada tanggal 29 September siang sebelum kemudian konvoi bersama menuju Putt2 Golf untuk acara perayaan ultah ke-3 LM sore harinya.

Tidak banyak lagi yang bisa kutulis disini. Mewakili Arie, Dera, Farah dan Nia.., ijinkan kami mengetuk pintu hati Moms sekalian supaya memberi perhatian dan bantuan kepada saudara2 kita yang kurang beruntung.., anak2 kecil (dan innocent) penyandang autis di rumah autis YCKK. Mari kita ulurkan tangan.., besar kecil.., baik itu dalam bentuk doa, materi maupun bentuk lainnya untuk membantu mereka.

Bantuan bisa berupa uang maupun barang, permainan anak2 yang sudah tidak dipakai maupun yang baru, sembako, pakaian layak pakai, dll.  Semuanya diterima dengan senang hati dan penuh ucapan syukur.

Percayalah, bantuan dan perhatian yang kita berikan akan sangat berarti bagi mereka. Setitik perhatian dari kita merupakan bantuan yang sangat berharga bagi mereka. Didalam ajaran agama manapun, kita diajarkan untuk membantu orang2 yang kurang beruntung. Dan kita juga percaya ada berkat dan balasan melimpah diberikan kepada mereka yang memberi dan membantu orang2 yang membutuhkan dengan tulus.

Love,

Gerda, Arie, Dera, Nia, Farah dan semua anak2 di rumah Autis

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

LovingMoms Perduli Anak Autis @ Rumah Autis YCKK

Bendahara: Dewi mom Icha dan Fetty ibu Nadine & Azka

Kami mengetuk pintu hati semua member LovingMoms dan sahabat-sahabat LovingMoms untuk memberikan sedikit cinta dan perhatian kepada anak-anak autis yang membutuhkan di Rumah Autis.

Rekening LM Perduli kali ini dipercayakan kepada Dewi mom Icha dan Fetty ibu Nadine & Azka. Detail sbb:

BCA

No. Rek 4361128651

Mandiri

No. Rek 124-00-990-33137


Atas Nama D. Sanita Laviani

Jika sudah transfer, tolong konfirmasi ke dewi_sanita@ yahoo.com

dan fetty@ndi.or. id atau sms ke 0812-9993077 (Dewi). Dengan menyebutkan nama, jumlah dana yg diransfer dan Bank yang dituju.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Susahnya melafalkan "Tshc..Tsch.." buat kami, the Gifted Children

By Ariemega, ibunda Nayaka

Siang terik, tidak membuat urung Loving Moms [Arie, Gerda, menyusul kemudian Dera, Nia, dan Farah] untuk mendatangi Rumah Autis. Sebuah rumah kontrakan tipe 54 boleh mereka dapatkan dari sumbangan European Union untuk 3 tahun. Kami berdua disambut manis oleh Ibu Sari salah satu orang tua yang peduli dengan anak-anak autis Dhuafa. “Mari masuk.. panas yah..maaf tempatnya juga kecil.” Kami duduk di ruangan sekaligus ruangan untuk Sensory Integracy (SI). Alat2 SI merupakan sumbangan dari PT. LG senilai Rp. 15 juta.


Di sebuah kelas, terdengar suara seorang terapis mengajarkan berbicara seorang murid bernama … (6) maaf saya lupa banget!!. Bagi saya dan Gerda, suara dalam ruangan 2×3m itu seperti 10 orang murid, karena begitu semangatnya ibu guru mengajarkan si anak lafal “Tsh-Tch” yang bagi “gifted child” sangatlah sulit. Ternyata, setelah kelas usai hanya ada satu murid!!


Rumah Autis Dhuafa Yayasan Cahaya Keluarga Kita, berdiri sudah 4 tahun. Mereka yang berada dibalik rumah autis adalah para therapist berjiwa sosial dan orang tua yang mempunyai gifted child—begitu mereka menyebutnya—tetapi sebagaimana sebuah yayasan, Ibu Sari mengakui Rumah Autis hidupnya “Senin-Kamis” alias kurang. Rumah Autis mempunyai 30 anak Autis berusia 3-12tahub, 15 di antaranya murni dhuafa, murni subsidi, sementara sisanya berasal dari kalangan menengah yang datang per harinya Rp. 40 ribu. “


“Dari empat puluh ribu, 10ribu untuk kontribusi terapis, 10ribu kontribusi
murid Dhuafa, 10ribu untuk operasional, dan 10ribu untuk pengembangan.” tutur single parents berparas cantik ini.


Tetapi kegiatan belajar mengajar hanya 3x dalam seminggu. “Memang kami jauh dari ideal menerapai anak berbakat ini, karena kami tidak mungkin membayar terapi Rp. 300 ribu/bulan untuk kerja full day dalam seminggu.”


Kurang lebih setahun ini Rumah Autis mencoba untuk membangun Boarding, atau asrama. Untuk asrama ini mereka mengutamakan kegiatan yang bersifar workshop atau keterampilan. “kami tidak mengharap mereka mengikuti akademis sekolah, melainkan membuat mereka belajar tentang diri mereka sendiri. Ada salah satu anak yang mulai mau makan bervariasi padahal dulunya hanya mau makan ayam dan bandeng.” Kata Ibu dari Sarah (11) yang juga autis dan memilih memberikan terapi untuk anaknya di asrama YCKK.


Siang menjelang sore, datanglah Farrell (8) tahun. Farell bocah kelas 2 SD di
diagnosis light autism sekaligus disleksia. Di usia tersebut, Farell mendapatkan
kesulitan membaca. Awalnya saya dan Gerda tidak melihat keanehan pada diri
Farell. Baru kemudian setelah Gerda menanyakan siapa namanya, berapa umurnya, Farell mulai menunjukkan ketidaksukaan dari pancaran matanya. Farell pun segera bermain ayunan, tetapi ia mulai menunjukan sikap tidak bersahabat kembali ketika kami mengikuti gerakannya.


“Boleh main Farell..” suara ibu Sari lembut ditambah senyum yang memang tidak pernah lepas dari wajahnya. Farell membelakkan matanya, melihat kami bertiga. Saya takut ia melakukan sesuatu. Setelah dibujuk beberapa kali, Farell mulai bermain ayunan, saya memutuskan untuk tidak kontak mata. Tidak beberapa lama, Farell mengikuti kelas, bermain ular tangga yang setiap kotaknya farell harus menyebut nama benda-benda sesuai kotak yang ia singgahi. Semua alat bantu sangatlah sederhana. Bahkan beberapa alat permainan ada miniatur yang menurut pendapat saya tidak bisa sembarangan anak autis memakainya. Ada garpu dan sendok asli, ada miniatur hewan, buah-buahan, yang kata ibu Sari kadang mereka bisa main emut. Para terapis harus pandai-pandai menggunakan alat-alat peraga supaya tidak menciderai anak-anak itu.

“Beginilah.. keterbatasan kami. Kami gunakan apa saja untuk merangsang baik
itu motorik dan sensorik murid-murid. Jangan samakan alat peraga dengan sekolah lain. Kami ini apa adanya. Padahal dana yang kami gunakan sebulannya TIDAK LEBIH dari GAJI mbak-mbak sebulan. Hanya 5-6 juta sebulan. Dan sejauh ini kami belum mempunyai donator tetap.” Ujar Ibu Sari menutup perbincangan kami.


With love

Arie, Gerda, Nia, Dera, Farah…dan murid-murid autis YCKK

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Anak-anak Autis itu juga manusia

By Nia Oktaviani, ibunda Kayla

Hmmm…apalagi yah??? Speechless banget saking terharunya dengan semangat dan usaha pak Deka, Mbak Sari, dkk untuk membantu / menangani / menampung / merawat anak2 autis dr kalangan tidak mampu ini….yang diharapkan apa yang telah ditabur dan ditanam saat ini kelak suatu saat akan terwujudlah "truly home" bagi anak2 autis ini yang akan sangat berguna di kehidupan mereka di masa yang akan datang.

   

Sedikit gambaran, sehari2 aku ber-interaksi dengan anak2 autis, kebetulan di sekolahku ada departemen Special needs…disini ada loh dr umur 5 tahun bahkan 3 tahun anak autis yang sudah disekolahkan ortunya untuk mendapat pengawasan lebih lanjut dr para ahlinya. Tentunya mereka berasal dr kalangan mampu, yang bagi ortunya sangat ringan membayar Rp. 100 juta per tahunnya untuk penanganan anaknya di sini. Tentunya ini sangat berbeda dengan apa yang dialami anak2 autis di YCKK ini..

   

Jadi teringat ketika sekolahku mengadakan seminar autis, kita mengundang Christina B (therapist from aussie), She is our consultant for Dept. SN, said "bahwa metode terapi terbaik untuk anak2 dgn kebutuhan khusus ini, adalah LOVE and Care program. Tunjukkan dan perlakukan lah mereka dgn penuh cinta dan kasih sayang cause "they’re also human beings…same like us…who need love and attention". Dengan begitu, mereka akan berlaku sama kepada kita…timbul confidence dlm diri mereka dan menyadari bahwa they’re not alone…dan semua menyayangi mereka. Ini sangat penting untuk meng-encourage semangat anak2 ini untuk belajar, untuk terapi lebih baik dan rajin lagi, tidak putus asa dgn keadaan yg dialami.

   

Dia juga mengatakan "Mungkin bagi sebagian orang awam berpikir mereka aneh, tdk normal, cacat, dan sebutan2 lainnya sehingga harus dihindari/dijauhkan….tetapi Tuhan Maha Adil…Dia menciptakan mereka (anak2 autis) dengan lebih banyak kelebihan yang harus disyukuri para ortunya. But, it’s TRUE!!!!

   

Anak2 autis di sekolahku mempunyai kelebihan yang beraneka ragam…ada yang juara I di ROBOTIC…pdhal klo dipikir untuk hal2 kecil saja, spt makan, minum..mereka sangat kesulitan , apalagi merancang robot yang digerakkan lewat komputer, SUBHANALLAH kan moms??? trus ada yang juara menggambar, melukis, dance, dll.

   

Salah satu murid SN di sekolah ku, namanya Sarah Indra, klo gak salah ortunya yang punya Smailing Tour, skrg kerja di tour travel bapaknya bagian Ticketing…dia dulu light autis, kesulitan dlm berhitung, susah berinteraksi dgn orang, pasif…tapi skrg dia udh tumbuh dewasa, kerja, dan aktif lg. orang2 disekelilingnya gak akan mengira klo dulunya dia spt itu…tidak sembuh total, tapi mempunyai confidence dan tekad yang kuat dlm menjalani hidup, itu yg terpenting!!!!

   

Singkat kata, yuks kita sama2 bantu dan dukung pak Deka,dkk untuk bisa lebih optimal dalam mengurus anak2 ini. Jangan sekalipun memandang dengan sebelah mata pada mereka atau mencibir, memperolok2an atau menyisihkannya dr lingkungan sekitar kita….Anak2 autis ini juga MANUSIA…yang ingin diperlakukan baik dgn penuh cinta kasih dari moms semua di LM.

   

Semoga dengan LM PEDULI ini, anak2 ini akan bisa mendapatkan yang terbaik dalam kehidupannya kelak. AMIN.

   

-Nia-

yang hari ini dikasih brownies made in anak2 TEC (anak2 Special Needs yang udh tingkat SMP), coz it’s friday…cooking time!!!

         

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Kagum kepada Orangtua anak-anak Special Needs

By Dera Natalia, mom Ikeishia         

Gw jg speechless.. sampai sekarang masih tetep kebayang wajah Mbak Sari yang bersahaja & gak pernah berhenti tersenyum serta suasana di rumah autis itu sendiri.

Sbg seorang ibu juga, gw gak bs ngebayangin seandainya gw harus berada di posisi yang sama dengan Mbak Sari, apakah gw akan bisa sekuat itu. Sudah single parent, memiliki seorg putri yang special needs, masih bisa memikirkan & membantu bahkan mendedikasikan dirinya semaksimal mungkin untuk anak2 lain yang senasib dengan putrinya..psstt..tiap hari Mbak Sari pasti datang ke rumah autis itu lwohh!

Sepanjang pertemuan kmrn, gak sekalipun gw denger Mbak Sari mengeluh meskipun dari ceritanya bahwa setiap pertengahan bulan selalu deg2an apakah uang yang ada akan cukup utk memenuhi kebutuhan bg 30 orang anak autis tsb.

Cerita Mbak Sari & kunjungan ke Rumah Autis kemarin memberikan inspirasi buat gw & keluarga gw…terutama utk kakak gw yang anak keduanya juga terlahir tidak sempurna. Semoga semua ibu yg memiliki anak tidak sempurna bisa menerima anak2 itu apa adanya..karena anak2 itu juga manusia yg dimata Tuhan tetap sempurna.

Mudah2an fund raising yg sedang kita adakan ini bisa sedikit membantu meringankan beban mereka di rumah autis itu..teriring doa semoga cita2 Mbak Sari dkk utk membangun sebuah "Kampung Autis" dpt terwujud shg anak2 autis yg beranjak dewasa (di usia produktif) memiliki tempat bernaung utk menggali kemampuan mrk semaksimal mungkin & bisa hidup mandiri tanpa perlu tergantung pd orang lain.

Love,

Dera

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

   

Anak Autis Miskin juga berhak mendapat terapi

Sumber : http://www.kompas.com/kesehatan/news/0606/13/124048.htm

Muhammad Hamzah (7) terus-menerus memandangi putaran kipas angin dengan mulut yang bergerak-gerak. Bocah berkacamata plus 18 itu tak perduli siatuasi kanan kiri yang ribut.

"Pada umur dua bulan kami mengetahui bahwa Hamzah terkena katarak," kata ati Herawati (37) si ibu. Usia satu tahun lensa mata Hamzah diambil, dan kini ia harus mengenakan kacamata tebal.

Bukan hanya masalah mata yang muncul kemudian, pendengaran Hamzah juga tidak normal. Ia juga hiperaktif dan didiagnosis menderita autis.

Ahmad Sarik (8,5) juga mengalami hal yang sama. Di usia dua tahun dia kehilangan kata-kata. Padahal sebelumnya Safik adalah anak yang sehat dan ceria. Setelah mendapat Electroencephalogram EEG di RS Ciptomangunkusumo, Safik juga diidentifikasi menderita Autis.

Bagi Ati Herawati adan para ibu lainnya, bukan perkara mudah untuk menyediakan dana sedikitnya Rp. 600,000,- hingga Rp. 1,5 juta per bulan guna melakukan terapi dan pengobatan anak autis. "Untuk berangkat konsultasi ke RS Cipto dari rumah kami di Bekasi ini, kami harus berganti kendaraan umum sampai 4 kali," kata Ati saat peresmian Rumah Autis Yayasan Cahaya Keluarga Kita (YCKK) di Jalan Durian No. 15, RT 04/ RW 11, Kampung Rawalele, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi, 17413. Telp. 021-70982239; 0817-4936887

Selain biaya tinggi anak juga kelelahan dalam perjalanan. "Maka senang sekali rasanay ada rumah terapi autis di dekat rumah kami," kata ibu 3 anak yang bersuami sopir itu.

Ati Herawati yang relatif mampu saja merasa berat dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk membiayai sang anak. Bagaimana dengan anak autis yang dilahirkan dalam keluarga sangat miskin. Pertanyaan itu menggugah Deka Kurniawan dan teman2nya yang kemudian mendirikan rumah autis YCKK.

Rumah terapis sederhana itu menyediakan fasilitas yang mencukupi untuk terapis penderita autis di sekitar Bekasi dan Jakarta Timur.  Selain beberapa terapis muda yang memberikan layanan terapi, juga disediakan kelas bermain dan permainan anak.

"Tidak ada tarif khusus yang diberlakukan. Pembayaran iuran sukarela tergantung pada kemampuan keluarga," kata Ati yang tak menyebutkan jumlah dana yang ia keluarkan untuk terapi di rumah autis YCKK. Rumah autis juga berubah menjadi sebuah keluarga besar yang beranggotakan keluarga-keluarga anak penderita autis lainnya. Disana penguatan mental antar orangtua dalam mengasuh anak terjadi.

Menurut Deka Kurniawan, untuk menghidupi lembaga itu selain ada lembaga donor yang bentu membiayai dia menerapkan subsidi silang. Iuran orang tua penderita autis ditentukan berdasarkan kesepakatan. "Kami baru menggratiskan 5 anak autis miskin yang tinggal di sekitar sini." kata Deka. Kriteria miskin itu ditetapkan setelah diketahui bahwa penghasilan keluarga memang tidak mencukupi untuk melakukan terapi.

Biro sensus Amerika mendata di tahun 2004 ada 475,000 penyandang autis di Indonesia. Ditengarai, setiap hari, satu dari 150 anak yang lahir menderita autis. Padahal tahun 1970an anak penyandang autis 1 : 10,000 kelahiran. Namun Indonesia hingga kini belum punya data jumlah penderita autis, apalagi jumlah anak autis dari keluarga miskin.

Banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menangani autis di Indonesia, misalnya menyediakan payung hukum dan anggaran memadai untuk menyediakan dokter ahli, lembaga penelitian, alat terapi, obat2an, dan pusat terapi murah. Sosialisasi dan gerakan penyadaran bagi masyarakat, sangat diperlukan agar masyarakat makin perduli pada anak2 autis dan mendukungnya hidup normal (WSI).

Next Page »